Showing posts with label ciri-ciri wanita. Show all posts
Showing posts with label ciri-ciri wanita. Show all posts

Monday, 6 October 2014

KISAH MALAIKAT JIBRIL DAN MALAIKAT MIKAIL MENANGIS


KISAH MALAIKAT JIBRIL DAN MALAIKAT MIKAIL MENANGIS


Dalam sebuah kitab karangan Imam al-Ghazali menyebutkan bahawa iblis laknatullah itu sesungguhnya namanya disebut sebagai al-Abid (ahli ibadah) pada langit yang pertama, pada langit yang keduanya disebut az-Zahid. Pada langit ketiga, namanya disebut al-Arif. Pada langit keempat, namanya adalah al-Wali. Pada langit kelima, namanya disebut at-Taqi. Pada langit keenam namanya disebut al-Kazin. Pada langit ketujuh namanya disebut Azazil manakala dalam Luh Mahfudz, namanya ialah iblis.

Dia (iblis) lupa akibat urusannya. Maka Allah s.w.t. telah memerintahkannya sujud kepada Adam. 
Lalu iblis berkata, "Adakah Engkau mengutamakannya daripada aku, sedangkan aku lebih baik daripadanya. Engkau jadikan aku daripada api dan Engkau jadikan Adam daripada tanah." Lalu Allah s.w.t. berfirman yang maksudnya, "Aku membuat apa yang aku kehendaki." Oleh kerana iblis laknatullah memandang dirinya penuh keagungan, maka dia enggan sujud kepada Adam a.s. kerana bangga dan sombong. Dia berdiri tegak sampai saatnya malaikat bersujud dalam waktu yang berlalu. Ketika para malaikat mengangkat kepala mereka, mereka mendapati iblis laknatullah tidak sujud sedang mereka telah selesai sujud. Maka para malaikat bersujud lagi bagi kali kedua kerana bersyukur, tetapi iblis laknatullah tetap angkuh dan enggan sujud. Dia berdiri tegak dan memaling dari para malaikat yang sedang bersujud. Dia tidak ingin mengikut mereka dan tidak pula dia merasa menyesal atas keengganannya.

                        Kemudian Allah s.w.t. merubahkan mukanya pada asalnya yang sangat indah cemerlangan kepada bentuk seperti babi hutan. Allah s.w.t. membentukkan kepalanya seperti kepala unta, dadanya seperti daging yang menonjol di atas punggung, wajah yang ada di antara dada dan kepala itu seperti wajah kera, kedua matanya terbelah pada sepanjang permukaan wajahnya. Lubang hidungnya terbuka seperti cerek tukang bekam, kedua bibirnya seperti bibir lembu, taringnya keluar seperti taring babi hutan dan janggut terdapat sebanyak tujuh helai.

                        Setelah itu, lalu Allah s.w.t. mengusirnya dari syurga, bahkan dari langit, dari bumi dan ke beberapa jazirah. Dia tidak akan masuk ke bumi melainkan dengan cara sembunyi. Allah s.w.t.melaknatinya sehingga ke hari kiamat kerana dia menjadi kafir. Walaupun iblis laknatullah itu pada sebelumnya sangat indah cemerlang rupanya, mempunyai sayap empat, banyak ilmu, banyak ibadah serta menjadi kebanggan para malaikat dan pemukanya, dan dia juga pemimpin para malaikat karubiyin dan banyak lagi, tetapi semua itu tidak menjadi jaminan sama sekali baginya.

                        Ketika Allah s.w.t. membalas tipu daya iblis laknatullah, maka menangislah Jibril a.s.dan Mikail. Lalu Allah s.w.t. berfirman yang bermaksud, "Apakah yang membuat kamu menangis?" Lalu mereka menjawab, "Ya Allah! Kami tidaklah aman dari tipu dayamu." Firman Allah s.w.t. bagi bermaksud, "Begitulah aku. Jadilah engkau berdua tidak aman dari tipu dayaku." Setelah diusir, maka iblis laknatullah pun berkata, "Ya Tuhanku, Engkau telah mengusir aku dari Syurga disebabkan Adam, dan aku tidak menguasainya melainkan dengan penguasaan-Mu."

                        Lalu Allah s.w.t. berfirman yang bermaksud, "Engkau dikuasakan atas dia, yakni atas anak cucunya, sebab para nabi adalah maksum." Berkata lagi iblis laknatullah, "Tambahkanlah lagi untukku." Allah s.w.t. berfirman yang maksudnya, "Tidak akan dilahirkan seorang anak baginya kecuali tentu dilahirkan untukmu dua padanya." Berkata iblis laknatullah lagi, "Tambahkanlah lagi untukku." Lalu Allah s.w.t. berfirman dengan maksud, "Dada-dada mereka adalah rumahmu, engkau berjalan di sana sejalan dengan peredaran darah." Berkata iblis laknatullah lagi, "Tambahkanlah lagi untukku." Maka Allah s.w.t. berfirman lagi yang bermaksud, "Dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukan yang berjalan kaki, ertinya mintalah tolong menghadapi mereka dengan pembantu-pembantumu, baik yang naik kuda mahupun yang berjalan kaki. Dan berserikatlah dengan mereka pada harta, iaitu mendorong mereka mengusahakannya dan mengarahkannya ke dalam haram."

"Dan pada anak-anak, iaitu dengan menganjurkan mereka dalam membuat perantara mendapat anak dengan cara yang dilarang, seperti melakukan senggama dalam masa haid, berbuat perkara-perkara syirik mengenai anak-anak itu dengan memberi nama mereka Abdul Uzza, menyesatkan mereka dengan cara mendorong ke arah agama yang batil, mata pencarian yang tercela dan perbuatan-perbuatan yang jahat dan berjanjilah mereka." (Hal ini ada disebutkan dalamsurah al-Isra ayat 64 yang bermaksud : "Gerakkanlah orang yang engkau kuasai di antara mereka dengan suara engkau dan kerahkanlah kepada mereka tentera engkau yang berkuda dan yang berjalan kaki dan serikanlah mereka pada harta dan anak-anak dan berjanjilah kepada mereka. Tak ada yang dijanjikan iblis kepada mereka melainkan (semata-mata) tipuan."



_ jom bersama ISLAM_

Thursday, 19 June 2014

Da’wah: Meaning & rules ..






Da’wah.

Da’wah in Arabic means to invite. Essentially, da’wah has two dimensions: external and internal. External da’wah is to invite non-Muslims to Islam and teach them about Islamic beliefs and practices. Internal da’wah (also known as Islah) is to teach Muslims about aspects of Islam

Importance of Da’wah.

The importance of da’wah can be concluded from the ayaat of surah al-Asr:

“By Time. Indeed mankind is in loss. Except for those who believe, do righteous deeds, and exhort people to Truth & exhort people to patience”.
It is clear from the above verses that a person will not go to paradise unless he possesses the above mentioned four qualities. There is a duty upon this ummah to call towards good and forbid evil for the whole of mankind. It is necessary for everyone in the ummah to perform da’wah according to his or her ability.

In his last sermon Prophet Muhammed (peace and blessings be upon him) said:
“Convey what you have received from me, even if it is a verse.” (Bukhari, Muslim chapter on Hajj)
This Hadeeth and the reference from the Qur`an prove that da’wah is wajib and that every Muslim, according to their skill, and according to the opportunities Allah gives them, should engage in it.

Necessary Qualities of a Da’i

1. The intention of the da’i should be to please Allah Ta’ala and not for any other reason e.g. riya (showing off).
2. The da ‘i should have as broad a base of knowledge as possible. (S) He should read the Qur’an and the Ahadeeth with commentary. Comparative religion books are also of great benefit.

3. When the da’i begins da’wah, he should be constant in it. Results often take place only after some time, and so one should be aware of the stamina and efforts that are required.

4. The da’i should be aware that da’wah will test them with many situations that will demand patience, politeness and kindness.

5. When the da’i contacts the mad’u, (One who is invited), (S)he should keep up the contact. The power of supplication (du’a) should also never be underestimated. The da’i should persist in du’a, that Allah keeps the mad’u upon the Sirat al-Mustaqim and gives the mad’u strength to face all challenges during this period.

6. The da’i needs to use wisdom and tact, for example, when informing someone not to continue in a prohibited act. This is not as easy as it seems, particularly today, when many people have come to regard some of the disliked or prohibited actions as simply ordinary so cannot understand any objection to them. Hikma (wisdom) is required to make people see the error of their ways. It also takes hikma to recognize who will want to or be able to stop immediately and who will need a more gradual approach.

7. When the da’i approaches the mad’u, (S)he should find out what their interests are and make conversation with them around that point.

8. A da’i approaching a mad’u should have the intention to convey the message of Islam not the intention to debate/embarrass/insult the mad’u. It is not a matter of winning or losing since if it were, the mad’u would spend more time concentrating upon defending himself rather than listening to the message that is being conveyed. Sometimes a da’i can win the debate but lose the mad’u.

9. When the da’i approaches the mad’u, he should correct misconceptions. For example: when talking to a Christian, he could mention how the Qur’an makes numerous references to Mary and Jesus. This would make them curious and want to read the Qur’an to see for themselves what Allah has revealed concerning it.

10. The da’i should be generous and hospitable, not miserly and reclusive. Hospitality is a very effective way of performing da’wah. If you have been very hospitable but the mad’u has not yet accepted Islam, the da’i should not become angry or disheartened because it is only Allah Ta’ala who has the power to change the hearts of people.

11. The da’i should talk to the mad’u according to his intellect and understanding, without overloading the ma’du with information but at the same time making steady progress.

12. The da’i should be friendly and easily approachable so that the mad’u feels at ease around him/her and not afraid to ask questions.

13. The da’i should not be afraid to say, ‘I don’t know, but I will find out for you.’ No-one is expected to know everything.

14. If the mad’u becomes a Muslim, it is the responsibility of the da’i to teach him/her the basic teachings of Islam and to bring them into contact with other Muslims. In this way Allah Ta ‘ala ensures they are protected, in good company and guided on Islamic matters.

15. When Muslims are giving internal da’wah, they should start by providing an example to others. They should be role models who embody the teachings of Islam, internally as well as externally. They should be soft and kind-hearted to their brothers and sisters and help in any way that they can.

16. A da’i should use words that are common and easy to understand. Remember, da’wah is not to show off ones vocabulary skills. One must not use words that put the mad’u in need of consulting dictionary every time one says something




_ jom bersama ISLAM_

Monday, 16 June 2014

kahwin macam tu je ? amanah ? hak pasangan ? ilmu ?

Sekadar perkongsian dari penulis dan nasihat untuk diri..

Islam itu mudah , perkahwinan satu ikatan kepada hubungan yang halal., islamik couple (tanpa kahwin), cinta monyet , semua tu  jauh nun disana. Tak termaktub dalam mana-mana kitab. Yang nak dikongsikan tentang ikatan yang halal.

Mungkin ramai remaja-remaja diluar sana yang berkeinginan untuk berkahwin dan mencari jodoh untuk di bina ‘masjid’ bersama pasangan masing - masing
Persoalan disini.. sejauh mana persediaan untuk kita menghadapi nya.. bukanlah satu perkara yang di pandang rendah.

KE GERBANG PERKAHWINAN

-          sejauh manakah pengatahuan kita tentang hukum-hukum berkisar mahar? Jemputan? Hutang? Adab-adab majlis? , bersanding?, hubungan dalam pertunangan?

-          dari manakah wang yang kita dapat untuk persiapan majlis dan hantaran ?

-          adakah kita mendapat redho ibubapa dalam ikatan yang bakal kita bina?

-          kadang-kadang sesetengah keluarga mengalami beberapa masaalah dengan persetujuan family masing-masing. Bagaimanakah sikap kita? Apakah pendekatan yang kita gunakan?

-          Apakah niat sebenar kita mahukan perkahwinan? ikut kawan? Suka-suka? nafsu? Atau ..yelah dah orang nak,kita kahwin je la ?

Niat Penulis tidaklah untuk membebankan atas persoalan-persoalan tersebut, tetapi seharusnya para remaja sedar dan bersedia untuk menghadapinya. Tidak cukup sekadar hadir ke khursus pra perkahwinan yang hanya mendapat segulung sijil sbgai syarat..

Ramai di kalangan sahabat2 yang datang bertanya tentang persiapan perkahwinan. Bagaimana?dan bagaimana?  Persoalan-persoalan diatas harus dijawab berdasarkan peraturan yang ditetapkan oleh NYA dan diteliti bagi mendapat majlis yang harmoni dan diberkati , insyaAllah. Jangan sampai kita menyesal kemudian hanya kerana perkara yang tak seharusnya terjadi.

TAMATNYA ZAMAN BUJANG

Satu situasi yang tak dapat digambarkan bahagia nya waktu tersebut. Masing- masing mengharapkan kebahagian dan keberkatan dari Allah. Apa yang kita akan hadapi? Dan diperlukan untuk mendapatkan kebahagiaan tersebut.

Dalam hadis, Rasulullah saw bersabda yang bermaksud: "Empat perkara yang membawa kebahagiaan kepada manusia, iaitu (memiliki) perempuan (isteri) yang solehah, rumah yang bagus (luas), jiran yang baik, dan kenderaan yang bagus." (Hadis riwayat Ibnu Hibban).

1.       Agama

Ilma agama penting dalam menguruskan rumah tangga, terutamanya para suami sebgai ketua keluarga,

-          adakah kita mendalami hukum-hukum tentang talak? Ruju’ ? didikan isteri ? hak2 pasangan? Adab-abad dengan keluarga pasangan ?

-          adakah kita mencontohi Rasulullah dalam membina keluarga yang diberkati oleh Nya?

-          Adakah kita menjaga adab-adab di depan khlayak ramai?

Perlunya pembacaan dan mendalami ilmu-ilmu tersebut , mungkin mudah untuk dipelajari tetapi amat sukar untuk diaplikasi.

2.       Keluarga

Hati dan perasaan keluarga harus dijaga walaupun sudah berumah tangga, khursusnya ibubapa kandung.kadang-kadang para suami terlepas pandang tanggungjawab mereka terhadap ibubapa mereka sedangkan hak ibubapa masih di tangan mereka.

Mungkin sukar untuk menjalinkan hubungan yang baru dengan keluarga pasangan , bahkan itulah yang mesti dilakukan.jagalah hubungan dan rapatkanlah setiap kali berpeluang bersama mereka

3.       Ekonomi

Ilmu pengurusan ekonomi juga penting dalam mengurus kewangan keluarga. Adakah disana kita mempunyai hutang uang belum dilansaikan? Kita mempunyai bayaran ansuran ? bagaimana kita nak mendapatkan punca pendapatan ?

Nafkah.kewajipan para suami,hak isteri yang wajib di tunaikan. Persoalannya dalam keadaan punca ekonomi yang ada, bagaimana kita bahagikan?.semua itu dijawab oleh islam melalui quran dan hadis-hadis Nabi Muhammad s.a.w jika kita betul-betul memahami..

4.       Anak-anak

Satu kurniaan yang wajib disyukuri.bagaimana bekalan kita dalam mendidik mereka? Adakah kita memahami tentang kelahiran , tempoh penyusuan, tempoh pendidikan, sehingga mereka dewasa kelak? Dan banyak lagi tanggungjwab yang seharusnya dijalan kan dalam mendidik anak-anak. Wallahua’lam.

Begitu banyak persediaan yang perlu kita semua check balik dalam menghadapi kehidupan rumah tangga. Moga-moga kita di bantu dan di berkati oleh Allah dalam menjalani kehidupan ini.. Amin.





_ jom bersama ISLAM_

Sunday, 15 June 2014

TuGaS MUSLIMAH DaLaM PEMBENTUKAN UmMaH ..


dikingsi dari  kitab al mu'minah as-solehah,,
penyunting : Mustafa ramadhan

TUGAS MUSLIMAH DALAM PEMBENTUKAN UMMAH

Sekiranya seorang wanita Islam (Muslimah) ingin mengetahui tentang kedudukannya sebagai wanita di dalam Islam maka dia perlu mengetahui tentang tanggungjawabnya di dalam kehidupan yang telah dijadikan oleh Allah S.W.T, dan perlulah dia berusaha untuk memperlengkapkan dirinya dengan pengetahuan (saqafah) yang berguna.


MEMPERLENGKAPKAN DIRI DENGAN SAQAFAH

Adalah wajib bagi seseorang wanita Islam untuk memperlengkapkan dirinya dengan SAQAFAH SYARA'IYAH iaitu saqafah yang berkaitan dengan hukum-hukum syara' terutama yang menyentuh fardhu 'ain yang perlu dilakukan oleh setiap individu muslimah. Begitu juga SAQAFAH MA'SIROH iaitu saqafah yang berkaitan dengan pengetahuan semasa seperti realiti yang ada dari semasa ke semasa di negara kita dan juga di luar. Begitu juga mengetahui dengan memperlengkapkan diri dengan akhlak-akhlak yang mulia untuk menjadi seorang yang benar-benar ahli bagi melaksanakan tanggungjawabtanggungjawab untuk dirinya, masyarakatnya serta untuk mencari keredaan Allah S.W.T. Dalam maksud inilah maka di sini disenaraikan beberapa tanggungjawab yang perlu dilakukan oleh anggota-anggota muslimah

TANGGUNGJAWAB TERHADAP DEEN

Yang pertama ialah tanggungjawab terhadap deennya sendiri iaitu agama Islam. Maksud tanggungjawab terhadap deen ialah yang pertama, wanita muslimin hendaklah beriman dengan Allah S.W.T dengan iman yang sampai ke peringkat yakin dan tomakninah (puas) mengambil tempat di dalam jiwa dan menjadi panduan rohani bagi mengatur fikiran dan amalannya. Keyakinan yang dimaksudkan di sini ialah keyakinan hingga ke peringkat setiap sesuatu di dalam kehidupannya mempunyai hubungan dengan ALlah.

 Sekiranya di dalam setiap aspek dia masih melupakan ALlah SWT itu bermakna keyakinannya belum mencapai keyakinan yang betul, belum melalui proses yang be-tul, keyakinan yang tidak jelas dan keyakinan yang tidak berfungsi di dalam kehidupannya. Seseorang yang mempunyai keyakinan yang betul setiap tindakannya adalah kerana ALlah SWT sematamata. Begitu juga keyakinannya terhadap hari akhirat. Dia mesti merasakan bahawa itulah matlamat akhir bagi kehidupannya sebagai seorang Islam. Untuk itu hatinya mestilah betul-betul dibentuk untuk mendapat jaminan apabila sampai kepada matlamat akhir itu. 

Dalam masyarakat hari ini kehidupan dunia menjadikan mereka lupa kepada kehidupan akhirat, kerana mereka tidak memiliki hati nurani yang bersih yang boleh membuatkan mereka melihat dan menyaksikan matlamat akhirat itu. Tidak yakin pada akhirat inilah yang membawa kepada penyelewengan yang banyak di dalam kehidupan umat Islam hari ini. Walaupun mereka mendakwa mereka yakin kepada hari akhirat tetapi jelas dalam kehidupan mereka ia menjadi hafalan semata-mata, tidak berfungsi di dalam kehidupan seorang muslim lelaki atau pun wanita. Bagaimanakah caranya kita beriman dengan hari akhirat itu hingga seolah-olah kita betul-betul merasai dan menyaksikan bagaimana siksaan Allah S.W.T dan bagaimana pula nikmat ALlah S.W.T di akhirat?

Di dalam al-Quranul karim terdapat banyak ayat-ayat yang memperkatakan tentang azab dan nikmat di akhirat. Tetapi meskipun perkara itu dilafazkan kepada masyarakat hari ini, ia tidak masuk ke dalam jiwa, tidak pernah terlintas di dalam fikiran malah ia lalu begitu sahaja tanpa
meninggalkan kesan. Tetapi perkara ini manakala dilafazkan kepada generasi awal al-Quranulkarim yang telah diproses oleh Rasulullah S.A.W. mereka terus nampak, yakin dan terus percaya serta terus melaksanakannya di dalam kehidupan mereka. Itu merupakan satu perbezaan yang terlalu jauh di antara mereka dengan masyarakat yang wujud sekarang. Justeru itu di dalam hal ini jiwa mestilah diproses dengan tarbiyah yang betul supaya ia benar-benar berfungsi untuk menerima hakikat percaya pada hari akhirat.

TANGGUNGJAWAB TERHADAP RUMAHTANGGA

Kemudian tanggungjawab terhadap rumahtangga. Hendaklah rumahtangga itu diasaskan di atas dasar taqwa kepada Allah S.W.T. sejak hari pertama lagi diwujudkan rumahtangga tersebut ataupun dalam usaha mewujudkannya. Tidak boleh diwujudkan rumahtangga berasaskan adat, nafsu ataupun nilai-nilai masyarakat. Sebaliknya dari awal-awal lagi mesti berasaskan taqwa. Tetapi hari ini adakah seumpama itu? Hari ini ternyata rumahtangga itu ditegakkan di atas asas lain — di atas asas keinginan untuk

berumahtangga misalnya, bukan atas asas taqwa kepada Allah S.W.T. Rumahtangga seseorang Muslim hendakah dipenuhi dengan ROH RABBANIAL-AATIROH (roh yang diredai oleh Allah S.W.T).

"Ingatlah apa yang telah dibaca di dalam rumah kamu tentang ayatayat Allah S.W.T dengan hikmah, Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana." 

Hendaklah tindakan-tindakan dan segala tuntutan-tuntutan sesebuah rumahtangga itu berada dalam batas kifayah. Mestilah secukup-nya, tidak lebih dan tidak pula kurang. 

Pertimbangkan dengan cara yang cukup sederhana."Tidak ada kebaikan dalam pembaziran, dan tidak ada pembaziran di dalam kebaikam." Yang dituntut ialah al-i'tidal (kesederhanaan) di dalam semua hal kerana itulah sifat seorang mukmin.

"Sebaik-baik urusan ialah kesederhanaan." Islam adalah Deen WASOT (pilihan). "ItulahKamijadikankamu umat pilihan."

Sifat kesederhanaan itulah yang paling baik. Janganlah keterlalu-an di dalam menjalani kehidupan berumahtangga. Bukanlah pula ber-makna tidak boleh menggunakan nikmat yang ALlah kurniakan. Saidi-na Osman misalnya, kudanya lebih baik dan lebih cantik daripada kuda Rasulullah, rumahnya lebih baik dan lebih cantik, begitu juga hampar-annya. Kerana kemampuan yang ada padanya, dia mempergunakan nikmat ALlah SWT itu. Penggunaan itu berdasarkan kepada keimanan bukan berdasarkan hawa nafsu. Sekiranya berdasarkan hawa nafsu, akan lahirlah sifat seperti menunjuk-nunjuk. Tetapi berbeza kalau penggunaannya berdasarkan iman. Ada benda yang hendak ditunjuk-kannya tetapi itu dilakukan di dalam rangka mensyukuri nikmat Allah SWT.

TANGGUNGJAWAB TERHADAP MASYARARAT

Yang keempat ialah tanggungjawab terhadap masyarakat. Kalau tidak ada perhubungan dengan masyarakat — kita berpisah daripada masyarakat — maka akan lahirlah masyarakat itu masyarakat yang tidak ada unsur-unsur Islam. Kita mesti bersama-sama dengan mereka dan melahirkan tindakantindakan Islam supaya masyarakat itu lahir dengan amalan Islam. Oleh itu kita perlu berjuang bersungguh-sungguh dalam menegakkan kebenaran Allah S.W.T. Tidak takut kepada ugutan dan gangguan kerana menegakkan kebenaran Allah S.W.T. Tetapi di dalam usaha untuk menegakkan kebenaran ini banyak ujian-ujian itu datangnya dari orang-orang yang mengaku mereka itu hendak membuat kebaikan kepada manusia. 

Dalam usaha ataupun kerja-kerja terhadap masyarakat — dalam rangka membentuk masyarakat Islam yang belum lagi wujud — perjuangan seorang wanita Islam adalah sangat besar, perjuangannya untuk memahami fikrah yang betul, untuk menyampaikannya kepada orang lain, untuk bertindak melaksanakannya, untuk bergiat di dalam harakah dengan bersungguhsungguh.

Wanita-wanita yang tidak ada SAQAFAH ISLAMIAH sangat banyak, mulaiyin (berjuta-juta) di kalangan orang yang mendakwa diri mereka orang Islam. Ini memerlukan tervaga yang besar dari orang-orang yang sedar untuk memberi ilmu yang betul kepada mereka. Tidak takut dan tidak gentar kepada ugutan dan azab seksaan orang lain.


_ jom bersama ISLAM_

Thursday, 12 June 2014

apa Hukum Cium Tangan ?



Hukum Cium Tangan

Oleh : Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al Jibrin*

Menurut kami, mencium tangan orang yang memiliki keutamaan seperti orang tua, ulama, guru dan lainnya adalah boleh, dalam rangka menghormati dan bersikap sopan kepada mereka.

Ibnu Al Arabi (bukan Ibnu Arabi tokoh sufi/filsafat !) telah menulis risalah tentang hukum cium tangan dan sejenisnya, dan sebaiknya merujuk kepada risalahnya.

Bila mencium tangan itu dilakukan terhadap kerabat – kerabat yang lebih tua atau orang – orang yang memiliki keutamaan, ini berarti sebagai penghormatan, bukan menghinakan diri bukan pula pengagungan.

Kami dapati sebagian Syaikh kami mengingkari dan melarangnya, hal itu karena sikap rendah hati mereka, bukan berarti mereka mengharamkannya. Wallahu a'lam.

Maraji'

Fatwa – fatwa Terkini Jilid 3, Darul Haq, Jakarta, Cetakan Pertama, September 2004 M, hal. 91-92


*Beliau salah satu murid Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Ba_ jom bersama ISLAM_

Cerita Cinta yang mengharukan…

Cerita Cinta yang mengharukan….

Namaku Linda dan aku memiliki sebuah kisah cinta yang memberikanku sebuah pengajaran tentangnya. Ini bukanlahsebuah kisah cinta hebat dan mengagumkan seperti dalam novel-novel romantis, tetapi tetap bagiku ia adalah kisah yang jauh lebih mengagumkan dari semua novela tersebut.
Ini adalah kisah cinta ayahku, Mohammed Huda Alhabsyi dan ibuku, Yasmine Ghauri. Mereka bertemu di sebuah majlis resepsi pernikahan dan kata ayahku dia jatuh cinta pada pandangan pertama ketika ibuku masuk ke dalam ruangan. Saat itu dia tahu, inilah wanita yang akan dikahwininya. Ia menjadi kenyataan dan mereka telah bernikah selama 40 tahun dengan tiga orang anak. Aku anak sulung, telah berkahwin dan memberikan mereka dua orang cucu.

Ibu bapaku hidup bahagia dan selama bertahun-tahun telah menjadi ibu bapa yang sangat baik bagi kami,
membimbing kami dengan penuh cinta kasih dan kebijaksanaan.
Aku teringat suatu hari ketika aku masih berusia belasan tahun. Beberapa jiran kami mengajak ibuku pergi ke pembukaan pasaraya yang menjual alat-alat keperluan rumah tangga. Mereka mengatakan hari pembukaan adalah waktu terbaik untuk berbelanja barang keperluan kerana barang sangat murah dengan kualiti yang berpatutan. Tapi ibuku menolaknya kerana ayahku sebentar lagi akan pulang dari kerja. Kata ibuku,”Ibu tak akan pernah meninggalkan ayahmu sendirian”.

Perkara itu yang selalu ditegaskan oleh ibuku kepadaku. Apapun yang terjadi, sebagai seorang wanita, aku wajib bersikap baik terhadap suamiku dan selalu menemaninya dalam keadaan apapun, baik miskin, kaya, sihat mahupun sakit. Seorang wanita harus menjadi teman hidup suaminya. Banyak orang tertawa mendengar hal itu. Menurut mereka, itu hanyalah lafaz janji pernikahan, omongan kosong belaka. Tapi aku tetap mempercayai nasihat ibuku.

Sampai suatu hari, bertahun-tahun kemudian, kami sekeluarga mengalami berita duka. Setelah ulang tahun ibuku yang ke-59, ibuku terjatuh di kamar mandi dan menjadi lumpuh. Doktor mengatakan kalau saraf tulang belakang ibuku tidak berfungsi lagi, dia harus menghabiskan sisa hidupnya di pembaringan.

Ayahku, seorang lelaki yang masih sihat di usia tuanya. Tetapi dia tetap setia merawat ibuku, menyuapinya, bercerita segala hal dan membisikkan kata-kata cinta pada ibu. Ayahku tak pernah meninggalkannya. Selama bertahun-tahun, hampir setiap hari ayahku selalu menemaninya. Ayahku pernah mengilatkan kuku tangan ibuku, dan ketika ibuku
bertanya ,”Untuk apa kau lakukan itu? Aku sudah sangat tua dan hodoh sekali”.
Ayahku menjawab, “Aku ingin kau tetap merasa cantik”.

Begitulah pekerjaan ayahku sehari-hari, merawat ibuku dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.
Suatu hari ibu berkata padaku sambil tersenyum,”Kau tahu, Linda. Ayahmu tak akan pernah meninggalkan aku…kau
tahu kenapa?”
Aku menggeleng, dan ibuku berkata, “Kerana aku tak pernah meninggalkannya…”

Itulah kisah cinta ayahku, Mohammed Huda Alhabsyi dan Ibuku, Yasmine Ghauri, mereka memberikan kami anak-anaknya pelajaran tentang tanggungjawab, kesetiaan, rasa hormat, saling menghargai, kebersamaan, dan cinta kasih. Bukan dengan kata-kata, tapi mereka memberikan contoh dari kehidupannya.


_ jom bersama ISLAM_

Tuesday, 3 September 2013

pedoman untuk anakku aisyah sumayyah....Kisah Kesabaran Sumayyah..

Kisah Kesabaran Sumayyah

April 18, 2012 at 9:55pm
Kesabaran Sumaiyyah dalam Mempertahankan Iman (Wanita Pertama yang Syahid dalam Islam)

Sabar adalah salah satu sifat terpuji yang telah ditanamkan Islam kedalam hati para wanita mukminah dari kalangan para shahabiyat, dan menumbuhkannya dalam sanubari mereka, sehingga salah seorang diantara mereka pada saat menghadapi berbagai cobaan dan musibah bagaikan gunung yang kokoh tak bergerak, dan bagaikan singa di sarangnya, ia tidak takut dan tidak ragu.

Mereka telah mengalami berbagai siksaan lahir dan batin, mengalami sakit parah, kemiskinan yang mencekik, kehilangan orang-orang yang dicinati. Namun itu semua tidak menggoyahkan keimanan mereka, tidak membunuh semangat mereka, tidak menjadikan mereka berkeluh kesah, lemah dan gelisah.

Diantara shahabiyat yang mendapat anugerah tersebut adalah Sumaiyah, seorang wanita yang pertama kali mendapatkan syahid dalam Islam.

Kisahnya,….
Dalam ketegaran menghadapi siksaan, tampak sekali sikap Sumaiyah binti Khabbat, ibu Ammar bin Yasir radhiallahu ‘anhu, sebagai contoh terdepan dan bukti yang sangat tepat dalam hal ini.

Abu Jahal, panglima kezhaliman memakaikan baju besi pada Sumaiyah, kemudian menjemurnya dibawah terik panas matahari yang membakar. Walaupun begitu ia bersabar dan mengharap pahala, ia tidak berharap sesuatu kecuali Allah dan Hari Akhir. Ketika sikap beliau ini mematahkan kesombongan Abu Jahal, dan mengobarkan kemarahan di hatinya, Abu Jahal melakukan apa yang dilakukan oleh para penguasa zhalim lagi jahat ketika tak mampu berbuat apa-apa. Karena ketegaran Sumaiyah radhiallahu ‘anha dalam agamanya, Abu Jahal mendekatinya, kemudian menusuknya dengan tombak hingga meninggal dunia.

Dalam kitab ‘Usdhu al-Ghabah’, al-Hafizh Ibnu hajar mengatakan, “Abu Jahal menusuk sumaiyah dengan tombak yang ada ditangannya pada kemaluannya hingga meninggal dunia. Beliau adalah orang yang mati syahid pertama dalam Islam, beliau dibunuh sebelum hijrah, dan beliau termasuk diantara orang yang memperlihatkan keislamannya secara terang-terangan pada awal datangnya Islam.”

Ini adalah merupakan pelajaran bagi setiap mukminah yang diinginkan oleh orang-orang yang brbuat dosa untuk dicopot dari agamanya, hendaknya ia meneladani ketegaran, keteguhan dan kesabaran Sumaiyah. Semboyannya adalah perkataan Abu Athiyah,

Bersabarlah dalam kebenaran, engkau akan merasakan manisnya
Kesabaran demi kebenaran terkadang harus melalui kepedihan.”

Hal ini juga menunjukkan bahwa sabar itu tidaklah ada batasnya, sampai Allah mendatangkan keputusan dan ketetapan-Nya.

Sumber: Durus min Hayat ash-Shahabiyat, karya Abdul Hamid bin Abdurrahman as-Suhaibani.

http://kisahislam.net/2012/02/06/kisah-kesabaran-sumayyah/

_ jom bersama ISLAM_

Monday, 2 September 2013

Allahuakbar..kongsi pengalaman jadi ayah muda skit...

assalamualaikum
**kongsi pengalaman jadi ayah muda skit..
bribu2 kali syukur..setelah mujahidah sulong dilahirkan pada 19 ogos 2013....takda seorang lelaki pun pernh merasa bagaimana seorng perempuan berkorban ,bertarung nyawa n berjuang melahirkan anak..

amalan..
*ketka mana menunggu di wad bersalin..stiap penjuru sudut hospital tertampal kalimah
"لا إله إلا أنت سبحانك إن كنت من الظالمين"
tiada yg lain dapat menggerakkan seorang bayi di dalam perut ibunya untuk keluar melalui rahim ibunya melainkan Allh...ayat ketikama nbi Allh yunus dlm perut ikn nun..
sangat ajaib..bagaimana seorang bayi yg beratnya 3.25kg berada di dalam perut ibunya..ketika keluar, seluruh badan bayi diselaputi lapisan putih kemudian slps 10saat mulut bayi berbunyi sebgai tangisan pertama melihat dunia..kemudian,dilaungkn azan ke telinga kanan,dn iqamat telinga kiri..

*surah maryam diulang berpuluh2 kali mengharapkan Allh memudahkan seorang ibu muda bersalin..due isteri bersalin sebenarnya 11 ogos, tapi dengan takdir Allh 9hari lebih dari jangkaan.kata ambe"biarlah,dia nk dduk dengn ibu dia lame skit"...

*
 رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

"Wahai Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan kalau Engkau tidak mengampunkan kami dan memberi rahmat kepada kami, nescaya menjadilah kami dari orang-orang yang rugi". (Al A’raf : 23)..DOA tabt nabi Allah Adam..memang slalu diulng ketika duduk di dewan bersalin.

keajaipan dari Allah..
*hampir 3kali sy bersama isteri scan baby,kerana teruja n excited sgt nk tgok baby..=) , 1 kli di klinik bndr bru nilai, 2 kali di klinik 1mlysia..scan2..baby lelaki kata doktor..mase tue siap nmpk tapak kki baby lagi kt skrin komputer doktor..suke gilerr.siap bgi copy picture untuk simpn..
TAPI..dengan takdir Allh..uweek2..keluar  serorang baby mujahidah..ALLAHUAKBAR!!..semua kerja Allh..hihi, sampai dah simpan dah nama untuk baby lelaki..tapi..BILA ALLAH KATA JADI..MAKA JDILAH.gmbira ibunya sbb nakkan bby perempuan..trima kasih ya Allh..

*ketika mane 2minit selpas bby kluar,suami diberi masa untuk azan or nk bace pape..
pertama sy..1.ucap syukur kpd Allh..2.pergi kt telinga ibu baby,"terima kasih cyg ye ,same muka baby n ibu moga Allh bls dengn syurga, 3.. ketika bby mengis,dilafazkan azan n iqamat ..terkejut,pabila bbay sulong terus berhenti mengis mendengar azan dari ayahnya n mengangkat tangan kanan ke teling nya.seolah olah turut azan..Allahuakbr..

*sangat ajaib..bagaimana seorang bayi yg beratnya 3.25kg berada di dalam perut ibunya.tanpa luka cedera or terseliuh..bagaimana Allah hartar makanan , minuman kepada baby melalui ibunya..Allahuakbar.bagaiman dia bernafas?bgaimana dia makan?bgaimana dia dibesarkan..ajainnya ciptaan Allah.

*selepas beberapa hari keluar,stiap slpas magrib dibacakan Ayt quran untuk nya..sbb dah janji dgn dia(babay) mase dlm dewan bersalin hari tu.."kalu nak dengar abi bace quran kena kluar cepat2"..ketika dibacakan ayat quran,kalu salah or main2,dia akan menangis..Allhuakbar..sucinya kalam Allh..

kalam cinta N SYUKUR kpd Allh..
*kami sujud syukur kpdmu Allh.menciptakan dari tiada kepada ada..dari tak bernyawa kepada bernyawa ktika 4buln dlm prut ibunya..ALLHURABBI agongya ksih sayangmu menjaga , menyayangi n melahirkan seorang bayi dengan lemah lembut..kmi bersyukur dikurnikan seorang ank dalm keadaan sihat dan sempurna,YA ALLH maha pencipta maha agng..jadikan KAMI dari kalangn yang mengambil iktibat dari keajaibab2 yg telah engkau tukkan..jkikan anak2 kami..anak2 yg soleh n solehan..AMIN..

kunamakan anak sulongku AISYAH SUMAYYAH BINTI SAFWAN.

..trimakasih shat2 yg mendoakan.. kasih syang Allh keatas kalian..
_ jom bersama ISLAM_

Tuesday, 23 July 2013

**Peranan Muslimat dalam mendepani zaman **

Peranan Muslimat dalam mendepani zaman



Dalam arus perkembangan dunia baru dengan cabaran yang sangat hebat, muslimat dilihat agak terkebelakang dalam memacu usaha untuk merealisasikan kebangkitan islam dari pelbagai sudut.
Peranan yang dimainkan oleh muslimat penggerak gerakan islam dilihat masih jauh dari yang diharapkan. Suasana ini perlu diubah untuk mewujudkan kebangkitan yang menyeluruh untuk generasi akan datang

 Golongan muslimat perlu berperanan dalam keluarga dan masyarakat untuk memberi sumbangan dalam masyarakat dan merealisasikan perubahan kepada zaman yang baru Mengaktifkan peranan muslimat dalam masyarakat umum, peranan muslimat dalam masyarakat adalah penting bagi melengkapkan peranan kaum lelaki, antara kerja-kerja yang perlu diaktifkan:
1. Menyedari tanggungjawab mereka dalam kebangkitan ummat
2. Bekerja untuk menghubungkan muslimat dalam segenap bidang dalam masyarakat
3. Memajukan muslimat dalam semua lapangan antaranya ( ilmu-politik-agama-kesihatan-ekonomi-kemasyarakatan)
4. Komited dengan kerjaya dan menjadi contoh dalam masyarakat
5. Menyebarkan ilmu dan pengalaman untuk kesinambungan generasi.
6. Menyedari perancangan dunia barat untuk memisahkan mereka dari budaya dan nilai-nilai murni islam




 Peranan yang perlu diambil berat:
1. Peranan muslimat dalam penyertaan politik:
• meningkatkan kesedaran politik dikalangan ahli keluarga dan masyarakat
• menyertai aktiviti politik samaada peringkat tempatan dan antarabangsa
2. Peranan muslimat dalam kerja-kerja persatuan:
• Mewujudkan persatuan atu NGO yang mampu membela kaum wanita dalam kehidupan seharian
• Mengaktifkan jawatankuasa muslimat dan mengaktifkan peranan muslimat dalam jawatankuasa induk.
• Kerja-kerja aktiviti sosial yang membolehkan muslimat menguasai aktiviti kemasyarakatan.
• Mewujudkan ruang dialog dan perbincangan khusus untuk muslimat
3. Peranan muslimat untuk mengambil bahagian dalam media dalam bentuk yang pelbagai.
• Pembinaan ikon media kalangan muslimat.
• Membina tapak untuk muslimat bersuara dalam pelbagai bidang.



 Ciri-ciri muslimat dalam kebangkitan islam:
Aqidah yang kukuh - rohaniah membangun - akhlak dan tingkah laku yang unggul - mempunyai kemahiran dan ilmu – bersama dalam tanzim dan gerakan- kesihatan dan tubuh badan terjaga - emosi terjaga.
Segala peranan dan tugas ini perlu difahami dan dijayakan oleh muslimat untuk membina generasi yang mampu menghadapi cabaran yang mendatang.

copypaste..
_ jom bersama ISLAM_

Monday, 22 July 2013

Kisah Menakjubkan Sahabat Nabi Julaibib Mendapatkan Jodoh

Kisah Menakjubkan Sahabat Nabi Julaibib Mendapatkan Jodoh

Kisah JulaibibKisah Menakjubkan Sahabat Nabi Julaibib Mendapatkan Jodoh - Namanya Julaibib, begitulah dia biasa dipanggil. Nama ini sendiri mungkin sudah menunjukkan ciri fisiknya yang kerdil dan pendek. Nama Julaibib adalah nama yang tidak biasa dan tidak lengkap. Nama ini, tentu bukan ia sendiri yang menghendaki. Bukan pula orangtuanya. Julaibib hadir ke dunia tanpa mengetahui siapa ayah dan ibunya. Demikian pula orang-orang, semua tidak tahu, atau tidak mau tahu tentang nasab Julaibib. Bagi masyarakat Yatsrib, tidak bernasab dantidak bersuku adalah cacat sosial yang sangat besar.

Julaibib yang tersisih
Tampilan fisik dan kesehariannya juga menjadi alas an sulitnya orang lain ingin berdekat-dekat dengannya. Wajahnya jelek terkesan sangar, pendek, bunguk, hitam, dan fakir. Kainnya usang, pakaiannya lusuh, kakinya pecah-pecah tidak beralas. Tidak ada rumah untuk berteduh, tidur hanya berbantalkan tangan, berkasurkan pasir dan kerikil. Tidak ada perabotan, minum hanya dari kolam umum yang diciduk dengan tangkupan telapak tangan. Abu Barzah, pemimpin Bani Aslam, sampai-sampai berkata tentang Julaibib, “Jangan pernah biarkan Julaibib masuk diantara kalian! Demi Allah jika dia berani begitu, aku akan melakukan hal yang mengerikan padanya!” demikianlah keadaan Julaibib pada saat itu.

Namun jika Allah berkehendak menurunkan rahmatNya, tidak satu makhluk pun bisa menghalangi. Julaibib menerima hidayah, dan dia selalu berada di shaf terdepan dalam shalat maupun jihad. Meski hampir semua orang tetap memperlakukannya seolah ia tiada, tidak begitu dengan Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam Shollallahu ‘alaihi wasallam sang rahmat bagi semesta alam. Julaibib yang tinggal di shuffah Masjid Nabawi, suatu hari ditegur oleh Sang Nabi Shollallahu ‘alaihi wasallam, “Julaibib…”, begitu lembut beliau memanggil, “Tidakkah engkau menikah?”
“Siapakah orangnya Ya Rasulallah Shollallahu ‘alaihi wasallam”, kata Julaibib, “yang mau menikahkan putrinya dengan diriku ini?”
Julaibib menjawab dengan tetap tersenyum. Tidak ada kesan menyesali diri atau menyalahkan takdir Allah pada kata-kata maupun air mukanya. Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam juga tersenyum. Mungkin memang tidak ada orang tua yang berkenan pada Julaibib. Tapi hari berikutnya, ketika bertemu dengan Julaibib, Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam menanyakan hal yang sama. “Julaibib, tidakkah engkau menikah?”. Dan Julaibib menjawab dengan jawaban yang sama. Begitu, begitu, begitu. Tiga kali. Tiga hari berturut-turut.
Dan di hari ketiga itulah, Sang Nabi menggamit lengan Julaibib dan membawanya ke salah satu rumah seorang pemimpin Anshar. “Aku ingin menikahkan putri kalian.”, kata Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam pada si empunya rumah, “
“Betapa indahnya dan betapa barakahnya”, begitu si wali menjawab berseri-seri, mengira bahwa sang Nabi lah calon menantunya. “Ooh.. Ya Rasulallah Shollallahu ‘alaihi wasallam, ini sungguh akan menjadi cahaya yang menyingkirkan temaram di rumah kami.”
“Tetapi bukan untukku”, kata Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam, “ku pinang putri kalian untuk Julaibib”
“Julaibib?”, nyaris terpekik ayah sang gadis
“Ya. Untuk Julaibib.”
“Ya Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam”, terdengar helaan nafas berat. “Saya harus meminta pertimbangan istri saya tentang hal ini”
“Dengan Julaibib?”, istrinya berseru, “Bagaimana bisa? Julaibib berwajah lecak, tidak bernasab, tidak berkabilah, tidak berpangkat, dan tidak berharta. Demi Allah tidak. Tidak akan pernah putri kita menikah dengan Julaibib”
Perdebatan itu tidak berlangsung lama. Sang putri dari balik tirai berkata anggun, “Siapa yang meminta?”
Sang ayah dan sang ibu menjelaskan.
“Apakah kalian hendak menolak permintaan Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam? Demi Allah, kirim aku padanya. Dan demi Allah, karena Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam yang meminta, maka tiada akan dia membawa kehancuran dan kerugian bagiku”. Sang gadis yang shalehah lalu membaca ayat ini :
“Dan
tidaklah patut bagi lelaki beriman dan perempuan beriman, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata” (QS. Al Ahzab : 36)
Dan sang Nabi dengan tertunduk berdoa untuk sang gadis shalihah, “Ya Allah, limpahkanlah kebaikan atasnya, dalam kelimpahan yang penuh barakah. Jangan Kau jadikan hidupnya payah dan bermasalah..”
Doa yang indah.

Pelajaran dari Kisah Julaibib
Kita belajar dari Julaibib untuk tidak meratapi diri sendiri, untuk tidak menyalahkan takdir, untuk selalu pasrah dan taat pada Allah dan RasulNya. Tidak mudah menjadi Julaibib. Hidup dalam pilihan-pilihan yang sangat terbatas.
Memang pasti, ada batas-batas manusiawi yang terlalu tinggi untuk kita lampaui. Tapi jika kita telah taat kepada Allah, jangan khawatirkan itu lagi. Ia Maha Tahu batas-batas kemampuan diri kita. Ia tidakkan membebani kita melebihi yang kita sanggup memikulnya.
Urusan kita sebagai hamba memang taat kepada Allah. Lain tidak! Jika kita bertidakwa padaNya, Allah akan bukakan jalan keluar dari masalah-masalah yang di luar kuasa kita.
Urusan kita adalah taat kepada Allah. 

Maka benarlah doa sang Nabi. Maka Allah karuniakan jalan keluar baginya. Maka kebersamaan di dunia itu tidak ditakdirkan terlalu lama. Meski di dunia sang istri shalehah dan bertaqwa, tapi bidadari telah terlampau lama merindukannya. Julaibib telah dihajatkan langit mesti tercibir di bumi. Ia lebih pantas menghuni surga daripada dunia yang bersikap tidak terlalu bersahabat padanya.
Saat syahid, Sang Nabi begitu kehilangan. Tapi ia akan mengajarkan sesuatu kepada para sahabatnya. Maka ia bertanya diakhir pertempuran. “Apakah kalian kehilangan seseorang?”
“Tidak Ya Rasulallah Shollallahu ‘alaihi wasallam!”, serempak sekali. Sepertinya Julaibib memang tidak beda ada dan tiadanya di kalangan mereka.
“Apakah kalian kehilangan seseorang?”, Sang Nabi bertanya lagi. Kali ini wajahnya merah bersemu.
“Tidak Ya Rasulallah Shollallahu ‘alaihi wasallam!”. Kali ini sebagian menjawab dengan was-was dan tidak seyakin tadi. Beberapa menengok ke kanan dan ke kiri.
Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam menghela nafasnya. “Tetapi aku kehilangan Julaibib”, kata beliau.
Para sahabat tersadar,“Carilah Julaibib!”
Maka ditemukanlah dia, Julaibib yang mulia. Terbunuh dengan luka-luka, semua dari arah muka. Di sekitarnya tergolek tujuh jasad musuh yang telah ia bunuh. Sang Rasul, dengan tangannya sendiri mengafani Sang Syahid. Beliau Shollallahu ‘alaihi wasallam menshalatkannya secara pribadi. Dan kalimat hari berbangkit. “Ya Allah, dia adalah bagian dari diriku dan aku adalah bagian dari dirinya.”
Di jalan cinta para pejuang, biarkan cinta berhenti di titik ketaatan. Meloncati rasa suka dan tidak suka. Melampaui batas cinta dan benci. Karena hikmah sejati tidak selalu terungkap di awal pagi. Karena seringkali kebodohan merabunkan kesan sesaat. Tapi yakinlah, di jalan cinta para pejuang, Allah lebih tahu tentang kita. Dan Dialah yang akan menyutradarai pentas kepahlawanan para aktor ketaatan. Dan semua akan berakhir seindah surga. Surga yang telah dijanjikanNya.



“Apalah ertinya rupa yang cantik dan kedudukan yang tinggi, tapi rumah tangga porak peranda. Suami curang terhadap isteri, manakala isterinya juga bermain kayu tiga di belakang suami. Apalah yang dibanggakan dengan harta kekayaan yang melimpah ruah tetapi hati tetap tidak senang malah selalu bimbang dan cemas kerana diburu orang ke mana pergi. Memadailah rezeki yang sedikit yang Allah kurniakan tetapi berkat. Memadailah dengan suami yang dijodohkan tiada rupa asalkan suami tersebut dapat memberi kebahagiaan di dunia dan lebih-lebih lagi Akihrat.”

Source: http://syauqiel-jazil.blogspot.com/2010/08/kisah-julaibib-sahabat-nabi.html dan http://kisahteladan.info/sahabat/jodoh-buat-julaibib.html

_ jom bersama ISLAM_

Monday, 18 March 2013

KENAPA SEMPITKAN MAHASISWA DENGAN POLITIK??

KENAPA SEMPITKAN MAHASISWA DENGAN POLITIK??

kenapa ? kenpa ? dan kenapa?

                   PRU13 dah dekat. masing-masing TAKUT . para pensyarah "nak sebutkan takut kena tindakan disiplin, kalau tak sebut,student tak faham plak"".. dengerous word.. ( KEBAJIKAN, PERUBAHAN, HIJAU, UNDI,KEZALIMAN. DLL)...huh...dalam subjek atau apa2 matapelajaran.bila nak terangkan sesuatu yang bercanggah dengan kerajaan walau itu fakta BENAR lagi BERSULUH..pom.. tak tersebut..

                 kadang- kadang kesal dengan sikap sesetengah pihak yang mengecilkan skop POLITIK dalam kalangan remaja. pOLiTIK je.. pas , umno , dap dan DLL.. nak TUBUH  NgO je.. kata sokong kebajikan.
nak buat dakwah lapangan je.. kata hasut masyarakat.. CAME ON la.. ilmu yang pelbagai menjadi kecil jumlahnya..kerana dipersempitkan sesetengah PIHAK.pape pom..sbg mahasiswa yang CELIK dengan DUNIA luar..yang menggunakan pemikiran yang RASIONAL bagi menganalilis YANG mana benar dan \yang mana salah.
         
                kadang-kadang AKU hairan lah.. dalam situasi sekarang..ramai lagi YANG TAK AMBIK endah DENGAN pekembangan ISU negara, dan ummat ISLAM,yang mereka tahu,, belajar, BERKAWAN , bersuka RIA.. MACAM mana dengan umat islam di malaysia, di luar negara,, tak KISAH , apa?? mreka ingat dunia ni DIA je yang duduk?. ingatlah menjadi satu kewajipan MENGAMBIL cakna ISU UMMAT ISLAM.termasuklah isu ummat islam di malaysia yang sekarang ini diTINDAS oleh kerajaan ZALIM..

""BUKA MATA,BUKA HATI. NILAI DIRI NILAI AMAL NILAI DENGAN MATA HATI""'

Wednesday, 31 October 2012

CaRi lAh IsTeRi yAnG bErAgAmA =)

carilah isteri yang beragama...disitulah terdapat ketenangan yang di anugerahkan oleh Maha Pencipta..ketika mana sang suami lalai dalam menunaikan ibadat kepada Allah..dia mengingatkan..ya Allah.ku Bersyukur..atas Pemberian Mu kepada ku..


Sering kita mendengar maksud sepotong hadith yang berbunyi,  “Dikahwini 
wanita itu (untuk dijadikan isteri) kerana empat perkara iaitu harta kekayaannya, 
keturunannya, kecantikannya dan agamanya.  Maka utamakanlah (dalam 
pemilihanmu itu) wanita yang kuat  beragama, nescaya sejahtera hidupmu” 
(Riwayat Bukhari dan Muslim).




saban hari, dunia semakin sunyi dengan zikir kepada Allah....
saban hari, quran yang pernah bersama dahulu..sering tertinggal.....
saban hari, solat fardu yang kadang-kadang terlanjur waktunya...
saban hari, zikir selepas solat kadang2 tidak terbuat.

tetapi..memiliki seorang isteri yang arif tentang agama,yang dicaturkan oleh Allah dengan acuan agama..memang menguntungkan ,,bukan sekadar dunia..malahan akhirat..

ketika mana sang suami sering lalai dalam menunaikan solat fardu pada waktunya..sang isteri mengingatinya malahan memarahi untuk menyedarkan sang suami tetang kewajipan nya..SUBHANALLAH..

ketika mana Al-quran yang sering dihafal sebelum ini di lupakan..dia mengingatkan untuk mengulanginya malahan mengajak untuk membaca bersama.ramai yang berpandangan,selepas kahwin susah nak hafal quran,dan baca quran..semuanya atas kehendak masing-masing..

ketika mana waktu subuh kian hampir..si dia sering mengejutkan sang suami untuk ke surau..biasalah..sifat malas kadang kala memusuhi untuk alpa dalam beribadat..

berdoalah kepada Allah..dalam mencari pasangan hidup.tiada siapa boleh menentukan siapa pasangan kita melainkan Allah..biarlah nikmat kehidupan itu dinikmati bersama pasangan yang selalu mengingatkan kita kepada kematian..Aku BERSYUKUR YAAALAH..kerada mengurniakan kepadaku seorang puteri yang selalau mengingatkan aku KEPADAMU YAALLAH..




Tuesday, 9 October 2012

InDaHnYa MUsLiMah soLeHaH...



ramai yang bertanya..bagaimanakah ciri-ciri wanita yang menjadi idaman atau teman hidup DUNIA dan AKHIRAT??
   bagi saya..ini adalah satu perkara yang rumit jika kita mahukan seorang wanita yang sempurna dari semua aspek..bahkan,bukan wanita sahaja..lelaki juga begitu..

  di sini adalah antara ciri-ciri wanita yang menjadi panduan seorang muslim memilih untuk dijadikan teman hidup bagi mencapai redho ALLAH..

MUSLIMAH sejati

Wanita yang hebat adalah wanita yang mempunyai semua ciri-ciri yang diidamkan oleh setiap lelaki untuk dijadikan isteri. Mereka bukan hanya diharapkan untuk menjadi seorang isteri tapi juga sebagai kawan dan kekasih serta ibu yang solehah untuk anak-anak.

   Sesungguhnya bagi kejayaan seorang lelaki, berdiri di belakangnya adalah seorang isteri yang hebat dan berjayanya seorang anak, berdiri di belakangnya adalah seorang ibu yang hebat. Semoga apa yang akan dikongsikan ini dapat memberi manfaat kepada diri anda dan menjadi kayu pengukur dalam keperibadian akhlak diri, insyaAllah.

Ciri-ciri muslimah tersebut..

1 berpegang Kepada Agama

Wanita yang berpegang kepada agama mempunyai keperibadian yang unggul. Batas-batas syariat yang dipegang dan terpelihara dalam hidupnya mengangkat martabat dirinya sebagai seorang yang layak dikagumi oleh lelaki. Dia tidak akan melakukan sesuatu yang bertentangan dengan syariah Islam. Memang beruntung mana-mana lelaki yang beristeri dengan wanita sebegini.

2. Kecantikan Dalaman
Wanita yang tulen adalah lemah lembut dalam perwatakannya tetapi mempunyai prinsip dalam hidup. Inilah kecantikan dalaman yang dicari oleh ramai lelaki. Kalau cantik, tu dikira sebagai BONUS.
Wanita yang mempunyai kecantikan dalaman tidak akan sesekali menjual maruah dirinya hanya untuk mencari nama dan wang. Mereka tidak akan sesekali tunduk pada nafsu atau berbuat sesuatu semata-mata kerana mahukan harta dan kekayaan.

3. Manja
Lelaki suka wanita yang keanak-anakan atau yang ada sifat manja, supaya lelaki boleh memainkan peranan sebagai pelindung. Namun begitu, sifat manja dan keanak-anakan yang melampau tidak sesuai kerana ia akan menampakkan wanita itu seperti kurang matang.

4. Pandai Menjaga Kecantikan
Lelaki menginginkan wanita yang pandai menjaga kecantikan dirinya. Wanita dan kecantikan memang susah nak dipisahkan. Mereka akan kelihatan bertambah cantik jika bijak menguruskan penampilan diri. Lelaki secara fitrahnya memang mahukan wanita yang pandai menjaga kecantikan, kerana ia akan membuat mereka bangga.

5. Berakhlak Mulia
Wanita yang berakhlak mulia dikenali juga sebagai wanita solehah. Wanita adalah hiasan dunia, tetapi seindah hiasan adalah wanita solehah. Merekalah ibu, isteri, kekasih dan merupakan tunjang kejayaan suami.

6. Tidak Mempamer Keseksian
Lelaki suka menjamu mata dengan melihat aurat wanita, namun tidak suka menjadikanya isteri kerana keindahan diri wanita tu seolah-olah menjadi barang pameran untuk mata semua lelaki.

7. Tidak Cerewet
Lelaki suka pada wanita yang tidak cerewet. Mengapa pula? Sebab wanita yang cerewet boleh merimaskan dan mudah menyebabkan lelaki merasa jemu dengannya. Biasanya, wanita yang cerewet suka mengkritik apa saja yang tidak disenanginya walaupun perkara itu hanyalah perkara kecil.

8. Memahami Lelaki
Wanita yang memahami hati lelaki biasanya mempunyai intuisi yang cukup kuat. Lelaki mengimpikan wanita yang mampu memahami situasinya dalam keadaan suka dan duka. Pendek kata, tanpa perlu bersuara, dia itu sudah dapat membaca riak wajah suaminya. Lantas, bertindak menghiburkan atau memberi kekuatan.

9. Sejuk Mata Memandang
Wanita yang manis wajahnya dan sejuk dipandang mata akan mendamaikan perasaan seorang lelaki. Ciri-ciri Wanita Sejuk Mata Memandang seperti di bawa ini:
Bersopan satun
Sentiasa memaniskan wajah
Sentiasa memberikan senyuman ikhlas
Menutup aurat
Ramah dan mesra
Tidak terlalu cemburu
Menghormati orang lain

Inilah 9 ciri-ciri wanita yang menjadi idaman lelaki. Jadikan tips yang terakhir ini sebagai rutin harian dalam hidup. Sebelum tidur, cuba menilai atau memuhasabah diri kita kembali. Cuba lihat di mana kelebihan dan kekurangan diri kita serta apa yang telah kita capai pada hari ini. Andai kita mampu mengatasi kelemahan diri sendiri, teruskan memperbaikinya dengan secara beransuran dan fahami bahawa kelemahan itu wujud supaya kita tahu apa kekuatan diri kita.

    Lantas, gunakan kelebihan dan kekuatan yang ada untuk mencipta kecemerlangan dalam diri untuk kebaikan bersama. Ingatlah bahawa setiap keindahan dan kesempurnaan itu hanya milik sang penakluk jiwa para hamba-hamba-NYA, yakni sang KHALIQ yang Maha Pencipta. Manakala pada kecacatan, keburukan dan kelemahan adalah ciptaan manusia itu sendiri termasuk diri kita yang dhoif di hadapan ALLAH Az Wajalla jua.

Alhamdulillh..kini..Allah telah mengurniakan saya seorang muslimah yang bercirikan ciri-ciri tersebut..SYUKUR PADAMU YA ALLAH..

Sabda Rasulullah S.A.W yg bermaksud; “Sebaik-baik kalian adalah orang yg baik terhadap keluarganya, dan saya adalah orang yg paling baik pada keluargaku, tidaklah menghormati pada wanita kecuali org yang mulia dan tidaklah menghinakannya kecuali orang yang tercela.”

Pages

Blogger news

Powered by Calendar Labs

Blogger templates

Pages - Menu

Tinggalkan pesanan anda =)