Showing posts with label kematian. Show all posts
Showing posts with label kematian. Show all posts

Sunday, 22 June 2014

Asy’ariyah dan Maturidiyah

Thursday, 12 June 2014

Mu’jizat Isra’ dan Mi’raj



Mu’jizat Isra’ dan Mi’raj

Isra’ ialah perjalanan Nabi saw dari Masjidil al-Haram di Mekkah ke Masjidil al-Aqsha
di al-Quds. Mi’raj ialah kenaikan Rasulullah saw menembus beberapa lapisan langit tertinggi
sampai batas yang tidak dapat dijangkau oleh ilmu semua makhluk, Malaikat, manusia dan jin .
Semua itu ditempuh dalam sehari semalam. Terjadi silang pendapat tentang sejarah terjadinya mu’jizat ini. Apakah pada tahun kesepuluh kenabian ataukah sesudahnya ? Menurut riwayat Ibnu Sa’d di dalam Thabaqat-nya peristiwa ini terjadi delapan belas bulan sebelum hijrah.

Jumhur kaum Muslim sepakat bahwa perjalanan ini dilakukan Rasulullah saw dengan jasad dan ruh. Karena itu, ia merupakan salah satu mu’jizatnya ynag mengagumkan yang dikaruniakan Allah kepadanya. Kisah perjalanan ini disebutkan oleh Bukhari dan Muslim secara lengkap di dalam shahihnya. Disebutkan bahwa dalam perjalanan ini Rasulullah saw menunggang Buroq yakni satu jenis binatang yang lebih besar sedikit dari keledai dan lebih kecil sedikit dari unta. Binatang ini berjalan denganlangkah sejauh mata memandang. Diebutkan pula bahwa Nabi saw memasuki Masjidil l-Aqsha lalu shalat dua raka’at di dalamyna. Kemudian Jibril datang kepadanya seraya membawa segelas khamar dan segelas susu. Lalu Nabi saw memilih susu. 

Setelah itu Jibril berkomentar ,“Engkau telah memilih fitarh.“ Dalam perjalanan ini Rasulullah
saw naik ke langit pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya sampai ke Sidratul-Muntaha. Di sinilah kemudian Allah mewahyukan kepadanya apa yang telah diwahyukan di antaranya kewajiban shalat lima waktu atas kaum Muslim, dimana pada awalnya sebanyak lima puluh kali sehari semalam.

Keesokan harinya Rasulullah saw menyampaikan apa yang disaksikan kepada penduduk Mekkah. Tetapi oleh kaum musyrik berita ini didustakan dan ditertawakan. Sehingga sebagian 

mereka menantang Rasulullah saw untuk menggambarkan Baitul -maqdis, jika benar ia telah
pergi dan melakukan shalat di dalamnya. Padahal ketika menziarahinya, tidak pernah terlintas
dalam pikiran Rasulullah saw untuk menghafal bentuknya dan menghitung tiang-tiangnya.
Kemudian Allah swt memperlihatkan bentuk dan gambar Baitul-maqdis di hadapan Rasulullah
sw sehingga dengan mudah beliau menjelaskannya secara rinci.

Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda :
„Ketika kaum Quraisy mendustakan aku, aku berdiri di Hijr (Isma’il), lalu Allah
memperlihatkan Baitul-Maqdis kepadaku. Kemudian aku kabarkan kepada mereka tentang
tiang-tiangnya dari apa yang aku lihat.

Berita ini oleh sebagian kaum musyrik disampaikan kepada Abu Bakar dengan harapan
dia akan menolaknya. Tetapi ternyata Abu Bakar menjawab,“Jika memang benar Muhammad
yang mengatakannya, maka dia telah berkata benar dan sungguh aku membenarkan lebih dari
itu.“

Pada pagi harinya di malam Isra’ itu Jibril datang kepada Rasulullah saw mengajarkan
cara shalat dan menjelaskan waktu-waktunya. Sebelum disyariatkannya shalat lima aktu ,
Rasulullah saw melakukan shalat dua ra’kaat di pagi hari dan dua raka’at di sore hari
sebagaimana dilakukan oleh Ibrahim as.


_ jom bersama ISLAM_

Monday, 22 July 2013

Kisah Menakjubkan Sahabat Nabi Julaibib Mendapatkan Jodoh

Kisah Menakjubkan Sahabat Nabi Julaibib Mendapatkan Jodoh

Kisah JulaibibKisah Menakjubkan Sahabat Nabi Julaibib Mendapatkan Jodoh - Namanya Julaibib, begitulah dia biasa dipanggil. Nama ini sendiri mungkin sudah menunjukkan ciri fisiknya yang kerdil dan pendek. Nama Julaibib adalah nama yang tidak biasa dan tidak lengkap. Nama ini, tentu bukan ia sendiri yang menghendaki. Bukan pula orangtuanya. Julaibib hadir ke dunia tanpa mengetahui siapa ayah dan ibunya. Demikian pula orang-orang, semua tidak tahu, atau tidak mau tahu tentang nasab Julaibib. Bagi masyarakat Yatsrib, tidak bernasab dantidak bersuku adalah cacat sosial yang sangat besar.

Julaibib yang tersisih
Tampilan fisik dan kesehariannya juga menjadi alas an sulitnya orang lain ingin berdekat-dekat dengannya. Wajahnya jelek terkesan sangar, pendek, bunguk, hitam, dan fakir. Kainnya usang, pakaiannya lusuh, kakinya pecah-pecah tidak beralas. Tidak ada rumah untuk berteduh, tidur hanya berbantalkan tangan, berkasurkan pasir dan kerikil. Tidak ada perabotan, minum hanya dari kolam umum yang diciduk dengan tangkupan telapak tangan. Abu Barzah, pemimpin Bani Aslam, sampai-sampai berkata tentang Julaibib, “Jangan pernah biarkan Julaibib masuk diantara kalian! Demi Allah jika dia berani begitu, aku akan melakukan hal yang mengerikan padanya!” demikianlah keadaan Julaibib pada saat itu.

Namun jika Allah berkehendak menurunkan rahmatNya, tidak satu makhluk pun bisa menghalangi. Julaibib menerima hidayah, dan dia selalu berada di shaf terdepan dalam shalat maupun jihad. Meski hampir semua orang tetap memperlakukannya seolah ia tiada, tidak begitu dengan Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam Shollallahu ‘alaihi wasallam sang rahmat bagi semesta alam. Julaibib yang tinggal di shuffah Masjid Nabawi, suatu hari ditegur oleh Sang Nabi Shollallahu ‘alaihi wasallam, “Julaibib…”, begitu lembut beliau memanggil, “Tidakkah engkau menikah?”
“Siapakah orangnya Ya Rasulallah Shollallahu ‘alaihi wasallam”, kata Julaibib, “yang mau menikahkan putrinya dengan diriku ini?”
Julaibib menjawab dengan tetap tersenyum. Tidak ada kesan menyesali diri atau menyalahkan takdir Allah pada kata-kata maupun air mukanya. Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam juga tersenyum. Mungkin memang tidak ada orang tua yang berkenan pada Julaibib. Tapi hari berikutnya, ketika bertemu dengan Julaibib, Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam menanyakan hal yang sama. “Julaibib, tidakkah engkau menikah?”. Dan Julaibib menjawab dengan jawaban yang sama. Begitu, begitu, begitu. Tiga kali. Tiga hari berturut-turut.
Dan di hari ketiga itulah, Sang Nabi menggamit lengan Julaibib dan membawanya ke salah satu rumah seorang pemimpin Anshar. “Aku ingin menikahkan putri kalian.”, kata Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam pada si empunya rumah, “
“Betapa indahnya dan betapa barakahnya”, begitu si wali menjawab berseri-seri, mengira bahwa sang Nabi lah calon menantunya. “Ooh.. Ya Rasulallah Shollallahu ‘alaihi wasallam, ini sungguh akan menjadi cahaya yang menyingkirkan temaram di rumah kami.”
“Tetapi bukan untukku”, kata Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam, “ku pinang putri kalian untuk Julaibib”
“Julaibib?”, nyaris terpekik ayah sang gadis
“Ya. Untuk Julaibib.”
“Ya Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam”, terdengar helaan nafas berat. “Saya harus meminta pertimbangan istri saya tentang hal ini”
“Dengan Julaibib?”, istrinya berseru, “Bagaimana bisa? Julaibib berwajah lecak, tidak bernasab, tidak berkabilah, tidak berpangkat, dan tidak berharta. Demi Allah tidak. Tidak akan pernah putri kita menikah dengan Julaibib”
Perdebatan itu tidak berlangsung lama. Sang putri dari balik tirai berkata anggun, “Siapa yang meminta?”
Sang ayah dan sang ibu menjelaskan.
“Apakah kalian hendak menolak permintaan Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam? Demi Allah, kirim aku padanya. Dan demi Allah, karena Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam yang meminta, maka tiada akan dia membawa kehancuran dan kerugian bagiku”. Sang gadis yang shalehah lalu membaca ayat ini :
“Dan
tidaklah patut bagi lelaki beriman dan perempuan beriman, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata” (QS. Al Ahzab : 36)
Dan sang Nabi dengan tertunduk berdoa untuk sang gadis shalihah, “Ya Allah, limpahkanlah kebaikan atasnya, dalam kelimpahan yang penuh barakah. Jangan Kau jadikan hidupnya payah dan bermasalah..”
Doa yang indah.

Pelajaran dari Kisah Julaibib
Kita belajar dari Julaibib untuk tidak meratapi diri sendiri, untuk tidak menyalahkan takdir, untuk selalu pasrah dan taat pada Allah dan RasulNya. Tidak mudah menjadi Julaibib. Hidup dalam pilihan-pilihan yang sangat terbatas.
Memang pasti, ada batas-batas manusiawi yang terlalu tinggi untuk kita lampaui. Tapi jika kita telah taat kepada Allah, jangan khawatirkan itu lagi. Ia Maha Tahu batas-batas kemampuan diri kita. Ia tidakkan membebani kita melebihi yang kita sanggup memikulnya.
Urusan kita sebagai hamba memang taat kepada Allah. Lain tidak! Jika kita bertidakwa padaNya, Allah akan bukakan jalan keluar dari masalah-masalah yang di luar kuasa kita.
Urusan kita adalah taat kepada Allah. 

Maka benarlah doa sang Nabi. Maka Allah karuniakan jalan keluar baginya. Maka kebersamaan di dunia itu tidak ditakdirkan terlalu lama. Meski di dunia sang istri shalehah dan bertaqwa, tapi bidadari telah terlampau lama merindukannya. Julaibib telah dihajatkan langit mesti tercibir di bumi. Ia lebih pantas menghuni surga daripada dunia yang bersikap tidak terlalu bersahabat padanya.
Saat syahid, Sang Nabi begitu kehilangan. Tapi ia akan mengajarkan sesuatu kepada para sahabatnya. Maka ia bertanya diakhir pertempuran. “Apakah kalian kehilangan seseorang?”
“Tidak Ya Rasulallah Shollallahu ‘alaihi wasallam!”, serempak sekali. Sepertinya Julaibib memang tidak beda ada dan tiadanya di kalangan mereka.
“Apakah kalian kehilangan seseorang?”, Sang Nabi bertanya lagi. Kali ini wajahnya merah bersemu.
“Tidak Ya Rasulallah Shollallahu ‘alaihi wasallam!”. Kali ini sebagian menjawab dengan was-was dan tidak seyakin tadi. Beberapa menengok ke kanan dan ke kiri.
Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam menghela nafasnya. “Tetapi aku kehilangan Julaibib”, kata beliau.
Para sahabat tersadar,“Carilah Julaibib!”
Maka ditemukanlah dia, Julaibib yang mulia. Terbunuh dengan luka-luka, semua dari arah muka. Di sekitarnya tergolek tujuh jasad musuh yang telah ia bunuh. Sang Rasul, dengan tangannya sendiri mengafani Sang Syahid. Beliau Shollallahu ‘alaihi wasallam menshalatkannya secara pribadi. Dan kalimat hari berbangkit. “Ya Allah, dia adalah bagian dari diriku dan aku adalah bagian dari dirinya.”
Di jalan cinta para pejuang, biarkan cinta berhenti di titik ketaatan. Meloncati rasa suka dan tidak suka. Melampaui batas cinta dan benci. Karena hikmah sejati tidak selalu terungkap di awal pagi. Karena seringkali kebodohan merabunkan kesan sesaat. Tapi yakinlah, di jalan cinta para pejuang, Allah lebih tahu tentang kita. Dan Dialah yang akan menyutradarai pentas kepahlawanan para aktor ketaatan. Dan semua akan berakhir seindah surga. Surga yang telah dijanjikanNya.



“Apalah ertinya rupa yang cantik dan kedudukan yang tinggi, tapi rumah tangga porak peranda. Suami curang terhadap isteri, manakala isterinya juga bermain kayu tiga di belakang suami. Apalah yang dibanggakan dengan harta kekayaan yang melimpah ruah tetapi hati tetap tidak senang malah selalu bimbang dan cemas kerana diburu orang ke mana pergi. Memadailah rezeki yang sedikit yang Allah kurniakan tetapi berkat. Memadailah dengan suami yang dijodohkan tiada rupa asalkan suami tersebut dapat memberi kebahagiaan di dunia dan lebih-lebih lagi Akihrat.”

Source: http://syauqiel-jazil.blogspot.com/2010/08/kisah-julaibib-sahabat-nabi.html dan http://kisahteladan.info/sahabat/jodoh-buat-julaibib.html

_ jom bersama ISLAM_

Peristiwa-peristiwa di bulan Ramadhan


Peristiwa-peristiwa di bulan Ramadhan


Written by Administrator   
Isnin, 01 September 2008 14:13

Selain turunnya wahyu Allah yang pertama di bulan Ramadhan, terdapat beberapa peristiwa besar yang juga berlaku dibulan yang penuh dengan barakah ini. Ketika dahulu, umat Islam yang merupakan umat yang disanjung tinggi dari timur ke barat, kerana terlimpahnya rahmat Allah kesan dari penerapan Islam dalam kehidupan mereka. Namun begitu, pada masa sekarang, setelah runtuhnya entiti penyatuan umat Islam, iaitu Khilafah pada 27 Rejab 1342H (3 Mac 1924), umat Islam dirundung penyakit yang semakin parah. Semoga Ramadhan kali ini merupakan Ramadhan terakhir bagi umat Islam berpuasa tanpa Khilafah.

Berikut merupakan peristiwa-peristiwa yang berlaku pada bulan Ramadhan:

17 Ramadhan 2H

Perang Badar Al-Kubra

Rasulullah SAW berangkat dari Madinah pada 8 Ramadhan. Ibnu Hisyam menyatakan bahawa perang ini merupakan kemenangan pertama yang menentukan kedudukan umat Islam dalam menghadapi kekuatan kemusyrikan dan kebatilan. Allah SWT telah mengutuskan segerombolan malaikat untuk membantu pasukan muslimin menghancurkan pasukan musyrik. Perang ini berlaku pada pagi Jumaat, 17 Ramadhan 2H di Badar. Kemenangan lebih kurang 300 orang  tentera Islam di bawah pimpinan Rasulullah ini yang telah megalahkan lebih kurang 1000 orang tentera musyrikin Mekah.

Ramadhan 5H

Persiapan Perang Khandaq

Persiapan dilakukan dengan mengali parit (khandaq) sekeliling kota Madinah. Tipu muslihat ini tidak pernah digunakan oleh bangsa Arab. Ia diusulkan oleh Salman Al-Farisy. Peperangan ini terjadi pada bulan Syawal dan berakhir pada bulan Dzulkaedah setelah pasukan muslimin berjaya memecahkan belahkan pasukan musuh.

20 Ramadhan 8H

Futuhul Makkah (Pembukaan Kota Mekah) dan Penghancuran Berhala

Rasulullah SAW keluar dari Madinah pada 10 Ramadhan dan berpuasa, lalu diikuti para sahabat. Baginda berbuka di suatu tempat yang dipanggil Mukadid (antara Asfan dengan Amjad). Mekah jatuh ke tangan kaum muslimin tanpa pertumpahan darah. Setelah penaklukan Mekah, Rasulullah tinggal di kota itu selama 15 malam dengan melakukan sembahyang qasar. Menurut Ibnu Ishaq, penaklukan itu terjadi pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan. Rasulullah mengutuskan Khalid al-Walid untuk menghancurkan berhala Uzza, Amr bin Ash merobohkan Suwa’, dan Saad bin Zaid Al-Asyhaly menumbangkan Manat.

Ramadhan 9H 

Perang Tabuk

Rasulullah SAW tidak mendapati tentera Rom lalu kembali ke Madinah.

Utusan Thaif

Utusan Thaif datang ke Madinah untuk masuk Islam dan pada ketika itu juga mereka terus melaksanakan kewajiban-kewajiban dan melaksanakan puasa disana.

Utusan Raja Himyar

Utusan Raja Himyar datang ke Madinah untuk menyatakan kemasukan Islam. Rombongan tersebut diterima dan dimuliakan oleh Rasulullah SAW. Beliau kemudian menulis batas-batas hak dan kewajiban mereka dalam bentuk dokumen bertulis.

Ramadhan 10H 

Rasulullah SAW mengutuskan sepasukan tentera dibawah pimpinan Saidina Ali Karamallahu wajhah ke Yaman dengan membawa surat Nabi. Satu suku kaum yang berpengaruh di Yaman terus menerima Islam dan masuk Islam pada hari itu juga. Mereka bersembahyang berjamaah bersama Imam Ali ra. pada hari itu.

Ramadhan 53H 

Kemenangan tentera Islam di Rhodesia.

Ramadhan 92H 

Islam telah tersebar dan membuka kawasan- kawasan baru sehingga ke Afrika Utara, Iran, Afghanistan, Yemen dan Syria. Spanyol di bawah kekuasaan Raja Rhoderic of the Visigoths. Musa ibn Husair,  Wali Khilafah Ummayyah di Utara Afrika, bersama-sama dengan Paglima tentera Islam, Tariq Ziyad yang megetuai 12 000 tentera Islam berdepan dengan tentera kuffar seramai 90 000 yang diketuai sendiri oleh Raja Rhoderic. Antara peristiwa yang memotivasikan tentera- tentera Allah ini semasa perang ini ialah, apabila Tariq bin Ziyad mengarahkan tenteranya membakarkan kapal- kapal perang mereka sebelum bertempur dengan tentera Raja Rhoderic. Beliau berkata, ”Sesungguhnya, syurga Allah terbentang luas di hadapan kita, dan dibelakang kita terbentangnya laut. Kamu semua hanya ada dua pilihan, sama ada mati lemas, ataupun syahid”. Pasukan tentera ini bukan sahaja telah mengalahkan tentera-tentera kuffar pimpinan Raja Rhoderic, malah telah mampu membebaskan keseluruhan Sepanyol, Sicily dan sebahagian Perancis. Di sini, bermulanya zaman keemasan Islam di Andalus, dengan Islam menguasainya selama 700 tahun.

Ramadhan 129H 

Kemenangan dakwah Bani Abbas di Khurasan dibawah pimpinan Abu Muslim Al-Khurasany.

Ramadhan 584H 
Panglima tentera Islam, Salahuddin Al-Ayyubi mendapat kemenangan besar ke atas tentera Salib. Tentera Islam menguasai daerah-daerah yang sebelumnya dikuasai oleh tentera Salib. Ketika bulan Ramadhan, penasihat-penasihat Salahuddin menyarankan agar dia berehat kerana risau ajalnya tiba. Tetapi Salahuddin menjawab "Umur itu pendek dan ajal itu sentiasa mengancam". Kemudian tentera Islam yang dipimpinnya terus berperang dan berjaya merampas Benteng Shafad yang kuat. Peristiwa ini berlaku pada pertengahan bulan Ramadhan.

Ramadhan 658H 

Semasa kemasukan tentera tartar di Baghdad, yang merupakan pusat pemerintahan Islam pada masa tersebut, tentera Tartar telah membunuh 1.8 juta kaum Muslimin. Selain itu, mereka mengarahkan penduduk Kristian supaya makan babi dan meminum arak secara terbuka dijalanan dan memaksa kaum muslimin turut serta. Azan turut dilarang daripada dilaungkan dan masjid- masjid disirami dengan arak oleh tentera- tentera Tartar yang biadap ini. Kecelakaan ini disambut oleh Saifudin Qutuz, pemerintah Mesir ketika itu dengan mengumpulkan semula kekuatan kaum muslimin untuk meghancurkan tentera Tartar dan bertembung dengan mereka pada Jumaat, 25 Ramadhan 658H di Ain Jalut. Peperangan ini turut disertai oleh isteri Sultan Saifudin Qutuz, Jullanar yang akhirnya syahid di medan pertempuran. Semasa beliau nazak, Saifudin Qutuz memapahnya dan berkata ”Wahai Kekasihku”. Ini dibalas oleh Jullanah dengan mengatakan, ”Janganlah kamu berkata demikian. Kasih lagilah kamu terhadap Islam”. Setelah itu, tentera- tentera ini terus berjihad, dan kemenangan di raih oleh Islam di depan pintu gerbang Mesir di Kota Ain Jalut

copy n paste.. moga bermanfaaat..
_ jom bersama ISLAM_

Wednesday, 27 March 2013

MAHAsiswa CeLiK terHaDAp keZOLIMAN KERAjaan

      CELIK....bukan bererti membuka kelopak mata daripada tidur, atau orang yang tidak buta dari fizikalnya..tetapi celik disini dengan maksud mahasiswa atau remaja yang SEDAR akan apa yang berlaku sekarang di negara malaysia ku teeercinta.

    


      pejam celik,pejam celik.. pemerintahan kerajaan yang zalim akan terkubur..golongan remaja @ mahasiwa adalah target utama kerajaan dalam menjalankan helah bagi mengekalkan pemerintahan. dengan berlakunya masaalah dan pelbagai kontroversi di IPTa &IPTS yang melibatkan beberapa isu sensitiv khursusnya politik, mahasiswa yang berjiwa teguh dan mempunyai pandangan yang cerah dengan isu-isu semasa,telah BANGKIT..dalam mempertahankan hak-hak mereka.   

parok2.

                 1.  saya percaya,dengan kuasa remaja pada usia ini dapat menumbangkan kerajaan yang zolim .dengan adanya penubuhanROYALTI ,A.B.U, KBUTV3,dan ngo2 yang lain menyokong semangat mahasiswa dalam memperjuangkan hak mereka. saya kagum di atas keberanian KS Bawani, mahasiswa Universiti Utara Malaysia (UUM) yang menuntut hak golongan itu untuk mendapatkan pendidikan percuma dari pihak pemerintah .mahasiswa bukan kelompok yang boleh dibodohkan sesuka hati oleh mana-mana pihak.

“Mahasiswa bukan alat untuk diguna dan diperbodohkan! ‘Salute’ dengan keberanian menjelaskan fakta! Viva mahasiswa Malaysia!,” Anwar dalam facebooknya.  


              2. isu kalimah Allah.. golongan mahasiswa yang CELIK dapat menilai sejauh mana fitnah yang berlaku keatas Tuan Guru HJ Abd Hadi Awang itu adalah satu sandiwara kerajaan. dengan ilmu yang pelajari oleh mahasiwa-mahasiwa dalam pelbagai bidang,khursusnya bidang agama ,mereka sendiri sudah dapat menilai pihak mana yang benar dan pihak yang melakukan kezoliman.                             

             3. konkongan pihak atasan universiti dalam meluluskan program. ini juga membuktikan kebodohan sesetengan pihak yang menggunakan kuasa yang ada dalam menyekat para mahasiwa dalam berpolitik.sejauh mana kebodohan itu berjaya membuatkan mahasiswa beku?tidak sama sekali.. mahasiwa CELIK dengan adanya jaringan IT ..facebook, twitter dan  lain-lain.. malahan. mahasiwa semakin jijik dengan konkongan tersebut..apabila dianjurkan program berbentuk politik je..ditangguhkan la,dibatalkan la,,dalam kuliah pula,,para pensyarah menjadi kaku apabila disekat dan dikongkong pihak2 tertentu dalam menyampaikan kuliah dengan syarat tidak bersuara dalam politik.
                4..pinjaman yang disekat oleh kerajaan kepada beberapa pelajar mesir. ini adalah satu kekajaman yang melampau.mengaitkan pelajaran pelajar dengan politik atas kepentingan peribadi,ternyata,kesan yang amat mendalam kepada pelajar-palajar luar negara..merka semakin CELIK dengan berlakunya isu-isu yang di permainkan oleh kerajaan dalam usaha memperbodohkan mereka.    
              5. anjuran program yang melampau untuk mahasiswa.. I AM FOR U... anjuran atas dasar menghasut para pemuda khursusnya mahasiswa dengan bersosial dan perkara yang melalaikan ,dengan hasrat para mahasiwa gembira apa yang dilakukan itu dapat memuaskan hati mahasiswa. sesetengah universiti ditipu, kononnya program berunsur mesra alam dan   sebagainya,tapi sebaliknya yang DIHIDANGKAN oleh kerajaan.   
               6. BBIM, kami mengalu-alukan sumbangan tersebut..tapi kami tidak bodoh, dengan pemberian tersebut tidak menampung duit rakyat yang digadaikan oleh kerajaan untuk kepentingan peribadi selama ini.pembelian buku juga kadang-kadang dinaikkan harga ,tidak menyamai harga asal buku tersebut.ini juga satu helah sesetengah pihak dalam mempergunakan pelajar.. pemberian tersebut diwarwarkan. inilah jasa kerajan,itu la, ini lah.. dalam hasrat mengail undi mahasiswa.sory.. mahasiwa sekarang dah CELIK ..        

  JIKA disenaraikan..terlampau banyak kezoliman yang dilakukan kerajaan terhadap mahasiwa.. akan tetapi..mesti diingat!! MAHASISWA sekarang bukan mahasiswa KLASIK.. tapi mahasiswa
CELIK!!               

 ,_ jom bersama ISLAM_
x

Friday, 22 March 2013

jom PrOsEs HaTi


           Malam itu damai. Angin bertiup seperti biasa. Saya bersama lapan lagi sahibah seusrah duduk menikmati udara malam.

"Saidina Umar dulu, pernah beliau bawa sahabat duduk dalam satu bilik dan bertanya, kalaulah kamu diberi peluang membuat permintaan, apa yang kamu minta?" Saya bersuara. Satu persatu wajah sahibah saya pandang.
"Perabot."
"Keselesaan."
"Ukhwah."
Pelbagai jawapan yang muncul, menggamitkan suasana.
"Betul, semua betul. Mumtaz." Ayat saya berhenti sebentar di situ.
"Tapi... Sahabat menjawab, aku mahu bilik ini dipenuhi dengan emas, supaya aku boleh gunakannya untuk Islam. Saidina Umar berkata lagi, buatlah permintaan! Sahabat pun menjawab, aku mahu bilik ini dipenuhi dengan berlian supaya aku boleh gunakannya untuk Islam, dan sekali lagi Saidina Umar berkata, buatlah permintaan! Sahabat bingung dan membalas, Aku sudah tidak tahu mahu berkata apa lagi wahai Amirul Mukminin, apakah permintaanmu pula?"
Wajah semua sahibah saya tatap. "Agak-agak Saidina Umar nak apa?"
Semua diam, menanti bicara selanjutnya.
"Saidina Umar pun berkata, aku mahu bilik ini dipenuhi oleh manusia yang seperti Abu Ubaydah dan Muaz bin Jabal supaya aku boleh menghantar mereka untuk Jihad!"
Sahibah senyum, mengerti makna yang tersirat.
Sumber manusia adalah lebih penting dari kebendaan!

Proses Hati

Segala kemaksiatan dan jenayah yang berlaku rata-ratanya berpunca dari permasalahan hati. Hati yang rosak dan hitam, mana mungkin dapat merasai lagi segala dosa yang dilakukan. Sensitiviti yang ada pada hati sedikit demi sedikit hilang dek kebiasaan dosa.

Ibarat sebuah cermin

Cermin yang bersih dan bersinar, jika kita lihat ke dalamnya dan tiba-tiba pula ada jerawat baru di wajah kita, kita pasti nampak. Kita bolehlah picit, letak T3 ke.
Tapi, Jika cermin itu kotor dan berhabuk, kita lihatlah ke dalamnya, ada jerawat 5 biji baru naik pun susah
untuk dilihat. Jadi payahlah untuk kita mengesan kekotoran di wajah.

Apabila hati kotor, dosa menjadi biasa, maksiat berleluasa.

Semuanya gara-gara sekeping hati yang sudah bertukar wajahnya. Hitam, kelam, sekelam masa depan yang semakin tenggelam.
Masyarakat yang kucar-kacir.
Pemimpin yang pecah amanah.
Pelajar yang memberontak sini-sana.
Kes bunuh diri.
Dan bermacam lagi.
Semua itu berpunca daripada satu perkara :HATI.
Kerana itu munculnya satu hadith,

Dalam setiap badan manusia itu ada seketul daging, jika baik daging itu maka baiklah keseluruhannya, jika buruk daging itu maka buruklah keseluruhannya. Itu adalah HATI.
Umpama raja dalam diri. Kawallah raja itu, agar setiap masa bersama Ilahi, moga nanti badan bergerak seperti seorang manusiawi.

Bersihkan Hati
Dosa adalah ibarat racun yang memakan diri, manakala hati pula adalah salah satu perkara yang amat sukar untuk dijaga.
Tsabit bin Qurah berkata : Kerehatan badan adalah dengan kurangnya makan, kerehatan jiwa adalah dengan kurangnya dosa dan kerehatan lidah adalah dengan kurangnya bercakap.
Berilah setiap kerehatan itu kepada diri, moga kelak hati suci kembali.
Jika lalai ubatnya adalah dengan menyedari tugas yang Allah beri, Maka ubatlah hati yang penuh dosa dengan bertaubat kepada Ilahi!
Bersihkan hati, bersihkan diri. Ayuh menjadi 'sumber manusia' yang berharga untuk Islam.
Moga Allah meredhai.
Wallahu'alam


_ jom bersama ISLAM_

Saturday, 22 December 2012

Subhanallah, 7 keajaiban Islam


Menara Pisa, Tembok Cina, Candi Borobudur, Taaj Mahal, Ka'bah, Menara Eiffel, dan Piramid di mesir, inilah semua keajaiban dunia yang kita kenal. Namun sebenarnya semua itu belum terlalu ajaib, kerana di sana masih ada tujuh keajaiban dunia yang lebih ajaib lagi. Mungkin sobat-sobat bertanya-tanya, keajaiban apakah itu?

Haiwan Berbicara di Akhir Zaman

Maha suci Allah yang telah membuat segala sesuatunya berbicara sesuai dengan yang Ia kehendaki. Termasuk dari tanda-tanda kekuasaanya adalah ketika terjadi hari kiamat akan muncul haiwan melata yang akan berbicara kepada manusia sebagaimana yang dinyatakan dalam Al-Qur'an, surah An-Naml ayat 82,

"Dan apabila perkataan Telah jatuh atas mereka, kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa Sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami".

Mufassir Negeri Syam, Abul Fida 'Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy berkomentar tentang ayat di atas, "Haiwan ini akan keluar di akhir zaman ketika rosaknya manusia, dan mulai meninggalkan perintah-perintah Allah, dan ketika mereka telah mengganti agama Allah. Maka Allah mengeluarkan ke hadapan mereka haiwan bumi. Konon khabarnya, dari Makkah, atau yang lain sebagaimana akan datang perinciannya. Haiwan ini akan berbicara dengan manusia tentang hal itu ". [Lihat Tafsir Ibnu Katsir (3/49]

Haiwan aneh yang berbicara ini akan keluar di akhir zaman sebagai tanda akan datangnya kiamat dalam waktu yang dekat. Nabi-Shallallahu 'alaihi wa sallam-bersabda,

"Sesungguhnya tak akan tegak hari kiamat, sehingga kamu akan melihat sebelumnya 10 tanda-tanda kiamat: Gempa di Timur, gempa di barat, gempa di Jazirah Arab, Asap, Dajjal, haiwan bumi, Ya'juj & Ma'juj, terbit matahari dari arah barat, dan api yang keluar dari jurang Aden, akan menggiring manusia ". [HR. Muslim dalam Shohih-nya (2901), Abu Daud dalam Sunan-nya (4311), At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (2183), dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya (4041)]

Pohon Kurma yang Menangis

Adanya pohon kurma yang menangis ini terjadi di zaman Rasulullah-Shollallahu 'alaihi wasallam-, mengapa sampai pokok ini menangis? Kisahnya, Jabir bin Abdillah-radhiyallahu 'anhu-berkata,

"Jabir bin Abdillah-radhiyallahu 'anhu-berkata:" Adalah dahulu Rasulullah-Shollallahu' alaihi wasallam-berdiri (berkhutbah) di atas sebatang kurma, maka tatkala diletakkan mimbar baginya, kami mendengar sebuah suara seperti suara unta dari pohon kurma tersebut hingga Rasulullah - shollallahu 'alaihi wasallam-turun kemudian beliau meletakkan tangannya di atas batang pohon kurma tersebut ". [HR.Al-Bukhariy dalam Shohih-nya (876)]

Ibnu Umar-radhiyallahu 'anhu-berkata:
"Dulu Nabi-Shallallahu 'alaihi wa sallam-berkhuthbah pada batang kurma. Tatkala beliau telah membuat mimbar, maka beliau berpindah ke mimbar itu. Batang kurma itu pun merintih. Maka Nabi-Shollallahu 'alaihi wasallam-mendatanginya sambil mengeluskan tangannya pada batang kurma itu (untuk menenangkannya) ". [HR. Al-Bukhari dalam Shohih-nya (3390), dan At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (505)]

Batu mengucap salam

Mungkin kalau seekor burung yang pandai mengucapkan salam adalah perkara yang sering kita jumpai. Tapi bagaimana jika sebuah batu yang mengucapkan salam. Sebagai seorang hamba Allah yang mengimani Rasul-Nya, tentunya dia akan membenarkan seluruh apa yang disampaikan oleh Rasul-Nya, seperti pemberitahuan beliau kepada para sahabatnya bahwa ada sebuah batu di Mekah yang pernah mengucapkan salam kepada beliau sebagaimana dalam sabdanya,

Dari Jabir bin Samurah dia berkata, Rasulullah-Shollallahu 'alaihi wasallam-bersabda, "Sesungguhnya aku mengetahui sebuah batu di Mekah yang mengucapkan salam kepadaku sebelum aku diutus, sesungguhnya aku mengetahuinya sekarang". [HR.Muslim dalam Shohih-nya (1782)] .

Pengaduan Seekor unta

Manusia adalah makhluk yang mempunyai perasaan. Dari perasaan itu timbullah rasa cinta dan kasih sayang di antara mereka. Akan tetapi ketahuilah, bukan hanya manusia saja yang memiliki perasaan, bahkan haiwan pun memilikinya. Oleh kerana itu sangat disesalkan jika ada manusia yang tidak memiliki perasaan yang membuat dirinya lebih rendah daripada haiwan. Pernah ada seekor unta yang mengadu kepada Rasulullah-Shollallahu 'alaihi wasallam-mengungkapkan perasaannya.

Abdullah bin Ja'far-radhiyallahu 'anhu-berkata, "Pada suatu hari Rasulullah-Shallallahu' alaihi wasallam-pernah supaya aku membonceng dibelakangnya, kemudian beliau membisikkan tentang sesuatu yang tidak akan kuceritakan kepada seseorang di antara manusia. Sesuatu yang paling beliau senangi untuk dijadikan pelindung untuk buang hajatnya adalah gundukan tanah atau kumpulan batang kurma. lalu beliau masuk ke dalam kebun laki-laki Ansar. Tiba tiba ada seekor unta. Tatkala Nabi-Shallallahu 'alaihi wasallam-melihatnya, maka unta itu merintih dan bercucuran air matanya. Lalu Nabi-Shallallahu 'alaihi wasallam-mendatanginya seraya mengusap dari perutnya sampai ke pundaknya dan tulang telinganya, maka tenanglah unta itu. Kemudian beliau bersabda, "Siapakah pemilik unta ini, unta ini milik siapa?" Lalu datanglah seorang pemuda Anshar seraya berkata, "unta itu milikku, wahai Rasulullah".

Maka Nabi-Shallallahu 'alaihi wasallam-bersabda:
"Tidakkah engkau bertakwa kepada Allah dalam binatang ini, yang telah dijadikan sebagai milikmu oleh Allah, kerana ia (binatang ini) telah mengadu kepadaku bahawa engkau telah membuatnya letih dan lapar". [HR. Abu Daud dalam As-Sunan (1/400), Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (2/99-100), Ahmad dalam Al-Musnad (1/204-205), Abu Ya'la dalam Al-Musnad (3 / 8/1), Al-Baihaqiy dalam Ad-Dala'il (6/26), dan Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyqa (9/28/1). Lihat Ash-Shahihah (20)]

Kesaksian Kambing Panggang

Kalau binatang yang masih hidup boleh berbicara adalah perkara yang ajaib, maka tentunya lebih ajaib lagi kalau ada seekor kambing panggang yang berbicara. Ini memang aneh, akan tetapi nyata. Kisah kambing panggang yang berbicara ini terdapat dalam hadis berikut:

Abu Hurairah-radhiyallahu 'anhu-berkata:
"Rasulullah-Shollallahu 'alaihi wasallam-menerima hadiah, dan tak mau makan shodaqoh. Maka ada seorang wanita Yahudi di Khoibar yang menghadiahkan kepada beliau kambing panggang yang telah diberi racun. Lalu Rasulullah-Shallallahu 'alaihi wa sallam-pun memakan sebahagian kambing itu, dan kaum (sahabat) juga makan. Maka Nabi-Shallallahu 'alaihi wa sallam-bersabda, "Angkatlah tangan kalian, kerana kambing panggang ini mengkhabarkan kepadaku bahawa dia beracun". Lalu meninggallah Bisyr bin Al-Baro 'bin Ma'rur Al-Anshoriy. Maka Nabi-Shallallahu 'alaihi wa sallam-menghantar (utusan membawa surat), "Apa yang mendorongmu untuk melakukan hal itu?" Wanita itu menjawab, "Jika engkau adalah seorang nabi, maka apa yang aku telah lakukan tak akan membahayakan dirimu. Jika engkau adalah seorang raja, maka aku telah melepaskan manusia darimu ". Kemudian Rasulullah-Shallallahu 'alaihi wa sallam-memerintahkan untuk membunuh wanita itu, maka ia pun dibunuh. Nabi-Shallallahu 'alaihi wa sallam-bersabda ketika beliau sakit yang menyebabkan kematian beliau, "Senantiasa aku merasakan sakit akibat makanan yang telah aku makan ketika di Khoibar. Inilah saatnya urat nadi leherku terputus ". [HR. Abu Daud dalam Sunan-nya (4512). Di-shohih-kan Al-Albaniy dalam Shohih Sunan Abi Dawud (hal.813), dengan tahqiq Masyhur Hasan Salman]

Batu yang Berbicara

Setelah kita mengetahui adanya batu yang mengucapkan salam, maka keajaiban selanjutnya adalah adanya batu yang berbicara di akhir zaman. Jika kita fikirkan, maka terasa aneh, tapi demikianlah seorang muslim harus mengimani seluruh berita yang disampaikan oleh Rasulullah-Shollallahu 'alaihi wasallam-, baik yang masuk akal, atau tidak. Kerana Nabi-Shallallahu 'alaihi wa sallam-tidaklah pernah berbicara sesuai hawa nafsunya, bahkan beliau berbicara sesuai tuntunan wahyu dari Allah Yang Mengetahui segala perkara ghaib.

Rasulullah-Shallallahu 'alaihi wa sallam-bersabda:
"Kamu akan memerangi orang-orang Yahudi sehingga seorang di antara mereka bersembunyi di balik batu. Maka batu itu berkata, "Wahai hamba Allah, Inilah si Yahudi di belakangku, maka bunuhlah ia". [HR. Al-Bukhari dalam Shohih-nya (2767), dan Muslim dalam Shohih-nya (2922)]

Al-Hafizh Ibnu Hajar-rahimahullah-berkata, "Dalam hadis ini terdapat tanda-tanda dekatnya hari kiamat, berupa berbicaranya benda-benda mati, pohon, dan batu. Lahiriahnya hadis ini (menunjukkan) bahawa benda-benda itu berbicara secara hakikat ". [Lihat Fathul Bari (6/610)]

Semut Memberi Arahan

Mungkin kita pernah mendengar cerita fiktif tentang haiwan-haiwan yang berbicara dengan haiwan yang lain. Semua itu hanyalah cerita rekaan belaka dan omong kosong. Tapi ketahuilah wahai para pembaca, sesungguhnya adanya haiwan yang berbicara kepada haiwan yang lain, bahkan memberi arahan, seperti seorang komander pasukan yang memberikan perintah. Haiwan yang memberi arahan tersebut adalah semut. Kisah ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Al-Qur'an,

"Dan Sulaiman Telah mewarisi Daud, dan dia berkata:" Hai manusia, kami Telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) Ini benar-benar suatu kurnia yang nyata ". Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tenteranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). Hingga apabila mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tenteranya, sedangkan mereka tidak menyadari.Maka dia (Sulaiman) tersenyum dengan tertawa kerana (mendengar) kata-kata semut itu. dan dia berdoa: "Ya Tuhanku berilah Aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang Telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah Aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang soleh ". (QS.An-Naml: 16-19).

Inilah beberapa perkara yang lebih layak dijadikan "Tujuh Keajaiban Dunia" yang menghebohkan, dan mencengangkan seluruh manusia. Orang-orang beriman telah lama meyakini dan mengimani perkara-perkara ini sejak zaman Nabi-Shallallahu 'alaihi wa sallam-sampai sekarang. Namun memang kebanyakan manusia tidak mengetahui perkara-perkara itu. Oleh kerana itu, kami mengangkat hal itu untuk mengingatkan kembali, dan menanamkan aqidah yang kukuh di hati kaum muslimin

Wednesday, 31 October 2012

WANITA MENCARI JODOH: Apakah Kriteria Lelaki Yang Paling Ideal?


WANITA MENCARI JODOH: Apakah Kriteria Lelaki Yang Paling Ideal?
Oleh:  Husna Abdul Wahab 
Majalh Sinar Rohani, Oktober 2004 
   
Sering kita mendengar maksud sepotong hadith yang berbunyi,  “Dikahwini 
wanita itu (untuk dijadikan isteri) kerana empat perkara iaitu harta kekayaannya, 
keturunannya, kecantikannya dan agamanya.  Maka utamakanlah (dalam 
pemilihanmu itu) wanita yang kuat  beragama, nescaya sejahtera hidupmu” 
(Riwayat Bukhari dan Muslim). 

Secara umumnya hadith ini menyenaraikan tentang ciri-ciri wanita yang 
biasanya menarik perhatian lelaki untuk dijadikan calon isteri.  Wanita yang kaya, 
berharta, berdarjat tinggi dancantik jelita adalah pakej lengkap yang meruntun 
hati kaum lelaki untuk menyuntingnya. 

 Namun yang lebih penting hadith di atas menyarankan kepada kaum lelaki 
agar memilih bakal isteri yang memiliki ciri “kuat penghayatan agamanya”.  Ini 
disebabkan wanita yang melaksanakan  segala ajaran agama akan memberikan 
pengaruh serta kesan yang besar terhadap kebahagiaan hidup berumahtangga. 
 Bagaimana pula ciri-ciri lelaki yang baik untuk dijadikan suami?  Jika 
hadith di atas memberi panduan kepada kaum lelaki dalam memilih bakal isteri 
mereka, maka di samping itu Islam juga memberi panduan kepada kaum wanita 
dalam memilih bakal suami mereka. 

 Hal ini disebabkan aspek memilih  jodoh bukanlah perkara yang boleh 
dipandang mudah.  Ia tidak boleh dilakukan dengan terburu-buru atau tanpa 
penilitian yang mendalam.  Ini disebabkan perkahwinan melibatkan soal 
kehidupan, zuriat, hak, tanggungjawab dan kasih sayang yang bakal kita jalani 
besama dengan pasangan. 

 Lebih-lebih lagi bagi seorang wanita, ia perlu menyelidik terlebih dahulu 
latar belakang bakal suaminya dari segi akhlak serta penghayatan agamanya.  
Ini kerana menurut kajian, kaum wanitalah yang  paling teruk menerima kesan 
buruk apabila suami mengabaikan hak isteri, tidak mempergauli isteri dengan 
baik, curang, tidak melaksanakan tanggungjawab terhadap keluarga dan 
sebagainya. 

 Adalah menjadi kewajipan ibu bapa memberikan panduan yang baik bagi 
anak-anak perempuan mereka mencari bakal suami dari kalangan lelaki yang 
berakhlak tinggi dan taat pada ajaran agama.  Rasulullah SAW bersabda yang 
bermaksud: “Jika seorang lelaki datang untuk meminang anak perempuan kamu 
dan kamu redha (berpuas hati) tentang agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia (dengan anak perempuan kamu).  Jika hal itu tidak kamu lakukan, akan 
berlakulah fitnah di muka bumi dan kerosakan yang besar”.

 Sesungguhnya sifat-sifat inilah (baik akhlak dan agama) yang mesti 
dijadikan kriteria utama di dalam memilih bakal suami sebelum dilihat atau dipilih 
pada sudut harta, pangkat dan kedudukan lelaki tersebut.  Lelaki yang 
sederhana kehidupannnya tetapi berakhlak mulia serta taat melaksanakan segala 
perintah Allah SWT  dan rasul-Nya itulah sebenarnya seorang yang kaya, 
sebaliknya lelaki fasik (ingkar kepada suruhan Allah SWT ) walaupun hidup kaya 
raya, hakikatnya ia adalah miskin. 

 Mengapa demikian?  Kerana kefasikan hidup akan melesapkan harta 
kekayaan melalui aktiviti  perujudian, minuman keras, berkunjung ke tempattempat maksiat, berfoya-foya dan sebagainya.  Hak-hak isteri dengan sendirinya 
hilang dan terabai.  Isteri hidup dalam tekanan perasaan kerana tanggungjawab 
terhadap keluarga dan anak-anak dilupakan.  Inilah yang dimaksudkan oleh 
Rasulullah SAW dalam hadis di atas sebagai “fitnah di muka bumi dan kerosakan 
yang besar”. 

 Suami yang hidup dalam kefasikan  bermakna mengundang murka Allah 
SWT.  Jika Allah SWT sudah murka, bagaimanakah rahmat dan keberkatan hidup 
berumahtangga akan dapat dinikmati? 

 Diriwayatkan dalam sebuah kisah, seorang lelaki datang menemui Hasan 
bin Ali RA (cucu Rasulullah SAW) untuk meminta nasihat.  Katanya, “Anak 
perempuanku dipinang oleh beberapa  orang lelaki.  Dengan lelaki yang 
bagaimanakah yang layak dikahwinkan  dengan puteriku?”  Hasan menjawab, 
“Kahwinkanlah dia dengan lelaki yang bertakwa kepada Allah, kerana jika ia 
menyukai isterinya ia pasti mengasihinya, teteapi jika ia tidak menyukai isterinya 
pasti ia tidak akan berlaku zalim terhadapnya (tetap menghormati isterinya)”. 

 Prof. Dr. Miqdad Yaljan dalam bukunya bertajuk  “al-Bayt al-Islami Kama 
Yanbaghi An Yakun” menulis: Soal perkahwinan adalah persoalan hidup 
keseluruhannya.  Lebih-lebih lagi kaum wanita dalam membuat penelitian 
terhadap bakal suami.  Ini  kerana kuasa talak terletak di tangan suami mereka. 

 Menurut beliau lagi, sekiranya perceraian berlaku, ia akan lebih 
mendatangkan kemudaratan kepada wanita berbanding lelaki sama ada dari 
sudut sosial, psikologi dan ekonomi.  Tambahan lagi pandangan negatif 
sesetengah masyarakat kepada wanita bergelar janda menambahkan lagi 
tekanan perasaan mereka.  Malah perasaan malu akibat perceraian lebih dirasai 
oleh golongan wanita berbanding lelaki.  Rasulullah SAW juga amat benci  kepada mana-mana bapa (atau wali) yang mengahwinkan anak perempuan mereka dengan lelaki yang fasik.  Baginda 
mengingatkan dalam sabdanya yang bermaksud:   “Sesiapa yang menikahkan 
anak perempuannya dengan lelaki fasiq bererti ia telah memutuskan hubungan 
silaturrahim dengan anaknya sendiri”. 

 Lihatlah betapa tegasnya Rasulullah SAW dalam menggesa para ibu bapa 
agar mengahwinkan anak perempuan  mereka dengan lelaki yang beriman dan 
menjauhi dari mengahwinkannya dengan lelaki yang fasik. 
 Apakah fitnah atau malapetaka  yang lebih besar selain daripada 
menikahkan anak-anak yang berjiwa  bersih, berperibadi mulia dan taat 
menjalankan suruhan agama  dengan lelaki yang tidak menghiraukan perintah 
Allah SWT dan bergelumang pula dengan maksiat? 
 Kita melihat bahawa berapa ramai anak-anak perempuan yang ketika 
berada di bawah naungan keluarganya tidak pernah melakukan maksiat, tetapi 
apabila berkahwin dengan lelaki fasik, mereka terus hanyut dalam arus maksiat 
yang diterajui oleh suami mereka sendiri. 
 Gadis yang pada mulanya berperibadi mulia, akhirnya terseret jauh oleh 
kesesatan suaminya.  Memakai pakaian yang mendedahkan aurat, meninggalkan 
solat dan bentuk-bentuk ibadah lainnya.  Semua ini jelas merupakan kerugian 
yang nyata sekali bagi dirinya. 

 Oleh sebab itu, amat wajarlah Rasulullah SAW menghukum mana-mana 
bapa atau wali yang mengahwinkan anak perempuan mereka dengan lelaki yang 
fasik, yang seolah-olah dia memutuskan hubungan silaturrahim dengan anak 
perempuannya sendiri. 

 Kesimpulannya, kaum wanita perlu lebih teliti dan berhati-hati dalam soal 
pemilihan jodoh.  Ini kerana perkahwinan bukanlah kontrak perniagaan yang 
berorientasikan keuntungan semata-mata, tetapi ia merupakan “ikatan sosial” 
yang merangkumi pelbagai aspek kemanusiaan seperti pertalian jiwa, kasih 
sayang, ketenangan hati, tuntutan biologi, nasab keturunan, hak, 
tanggungjawab, toleransi dan sebagainya. 

 Hayatilah firman Allah SWT  yang bermaksud:  “Dan kahwinkanlah orangorang bujang (lelaki dan perempuan) dari kalangan kamu, dan orang-orang yang 
soleh dari hamba-hamba kamu, lelaki mahupun perempuan.  Jika mereka miskin, 
Allah akan memberikan kekayaan  kepada mereka dengan limpah  kurniaan-Nya, 
kerana Allah Maha Luas rahmat-Nya lagi Maha Mengetahui”.  (an-Nur: 32). 

Pages

Blogger news

Powered by Calendar Labs

Blogger templates

Pages - Menu

Tinggalkan pesanan anda =)