Wednesday, 10 October 2012

awaS!! AuRaT KauM HaWa...janGan AmBil MuDaH


SEMUA ANGGOTA TUBUH WANITA, SELAIN WAJAH DAN KEDUA TELAPAK TANGANNYA, ADALAH AURAT.....


(cebisan dari kitab:Risalah untuk Wanita Mu’minah – Dr. Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthy)


    Kaum wanita di zaman jahiliyah berusaha keras ingin menampakkan
keindahannya di depan kaum lelaki, namun hal itu tidak melampaui hal
ihwal wanita dalam ummat-ummat yang lain.
   waktu itu menampakkan leher, bagian atas dada dan wig, atau rambut
imitasi, merupakan keindahan yang sangat menonjol, yang harus senantiasa dipelihara dan ditampakkan di depan kaum lelaki. Setelah Islam datang, maka hukum syari’atpun turun berturut-turut, termasuk hukum tentang wanita mu’minah dan busananya. 

Firman Allah tentang 
hal ini,


“Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan
isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang”.     (QS. Al-Ahzab: 59)

Firmannya lagi,


  “Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan
perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”. (QS. An-Nur: 31)

   Diturunkan juga perintah untuk isteri-isteri Nabi  tetapi dengan cara yang
berlaku umum untuk semua wanita muslimah, melalui jalan kias yang gamblangatau seperti yang dinamakan ahli ushul dengan istilah “tangihul manuth”, membetulkan tempat bergantung. 

Firman Allah,


“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan
bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai ahlul bait dan
membersihkan kamu sebersih-bersihnya”. (QS. Al-Ahzab: 33) Jelaslah, bahwa watak dari ajaran ini, seperti yang anda lihat, berlaku umum untuk semua kaum muslimah, tidak teradapat alasan sedikitpun yang membuktikan, bahwa ia khusus untuk para isteri Nabi  saja. Perintahnya memang seolah-olah khusus untuk mereka, sebagai penghargaan bagi mereka dan
isyarat mereka, bahwa mereka seharusnya menjadi pelopor ketaatan yang paling dulu mengindahkan ajaran itu.

     Ayat ini menyatakan dengan tegas, bahwa dandanan yang biasa dilakukan
oleh kaum wanita Arab pada zaman jahiliyah kini sudah dinyatakan sebagai
perbuatan terlarang dan haram. Mereka diperintahkan supaya tidakmemperlihatkan perhaisannya dan anggota tubuhnya didepan orang-orang asing,kecuali yang sudah biasa terlihat dan sulit untuk ditutupi.


    Anda juga melihat, bagaimana hukum Ilahi itu diletakkan dalam suatu
bingkai yang sangat menonjol, karena penting dan seriusnya, sehingga disebutkansatu per satu jenis keluarga dan orang asing yang dikecualikan dari umumnya hukum itu, semacam demi semacam dan secara rinci pula, padahal al-Qur’an pada umumnya mengemukakan hukum syari’at secara ijma’, dan melepaskan uraian dan rinciannya untuk diterangkan dalam sunnah (hadits).

    Oleh karena itulah para ulama kaum muslimin semuanya sepakat tidak ada
yang berselisih paham, wajib menutup seluruh tubuh wanita, selain wajah dan
kedua telapak tangannya, dengan catatan wajah dan kedua telapak tangan itu tidak diberi perhiasan yang dapat menarik perhatian lelaki. Allah  memerintahkan kepada wanita muslimah untuk menutupi selain yang biasa terlihat, termasuk leher, bagian diatas dada, rambut, dan lain-lain dengan nash yang tegas dan jelas Antara ulama kaum muslimin tidak terdapat selisih paham tentang hal itu dalam berbagai zamannya, selain menyatakan haram hukumnya kepada wanita muslimah menampakkan auratnya di depan orang asing, selain orang-orang yang dikecualikan ayat itu, bagian dari tubuhnya yaitu wajah dan kedua telapak tangannya.







iNgAt MaTi.....

Mengingatkan Kematian Dan Memperpendekkan Angan-angan

(CEBISAN dari RIYADHUS SHALIHIN...)

Allah Ta'ala berfirman:
"Setiap jiwa itu akan merasakan kematian. Hanyasanya engkau semua itu akan dicukupkan semua pahalamu nanti pada hari kiamat. Maka barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan dalam syurga, maka orang itu benar-benar memperoleh kebahagiaan. Tidaklah kehidupan dunia ini melainkan hartabenda tipuan belaka." (ali-lmran: 185)

"Seseorang itu tidak akan mengetahui apa yang akan dikerjakan pada esok harinya dan seseorangpun tidak akan mengetahui pula di bumi mana ia akan mati." (Luqman: 34)

Allah Ta'ala berfirman lagi:
"Maka apabila telah tiba waktu ajal mereka, tidaklah mereka itu dapat mengundurkannya barang sesaat dan tidak kuasa pula mendahuluinya." (an-Nahl: 61)

Allah Ta'ala berfirman pula:
"Hai sekalian orang beriman, janganlah hartabendamu dan anak-anakmu itu melalaikan engkau semua dan mengingat kepada Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh kerugian. Dan nafkahkanlah - untuk kebaikan - sebagian dari apa-apa yang Kami rezekikan kepadamu semua sebelum kematian mendatangi seseorang dari engkau semua, lalu ia berkata: "Ya Tuhanku mengapa aku tidak Engkau beri tangguh barang sedik'tt waktu, supaya aku dapat memberikan sedekah dan aku dapat dimasukkan dalam golongan orang-orang shalih. Allah samasekali tidak akan memberikan tangguhan waktu kepada sesuatu jiwa jikalau telah tiba ajalnya dan Allah adalah Maha Periksa perihal apa saja yang engkau semua lakukan." (al-Munafiqun: 9-11)

HADIS NABI MUHAMMAD S.A.W


 Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma, katanya: "Rasulullah s.a.w. menepuk bahuku lalu bersabda:
"Jadilah engkau di dunia ini seolah-olah engkau itu orang gharib - orang yang berada di suatu negeri yang bukan negerinya sendiri - atau sebagai orang yang melalui jalan."
Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma berkata: "Jikalau engkau bersore-sore, maka janganlah engkau menanti-nantikan waktu pagi dan jikalau engkau berpagi-pagi, janganlah engkau menanti-nantikan waktu sore - yakni untuk mengamalkan kebaikan itu hendaklah sesegera mungkin. Ambillah kesempatan sewaktu engkau berkeadaan sihat untuk mengejar kekurangan di waktu engkau sakit dan di waktu engkau masih hidup guna bekal kematianmu." (Riwayat Bukhari)

Dari Ibnu Umar r.a. pula bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:"Tidak ada hak seseorang Muslim yang ada sesuatu harta baginya yang hendak diwasiatkan, ia bermalam dua malam, melainkan wasiatnya itu sudah tertulis di sisinya." (Muttafaq 'alaih)
Ini adalah lafaznya Imam Bukhari.
Maksudnya seseorang yang berharta dan ingin memberikan wasiat perihal hartanya itu, hendaklah surat wasiatnya ditulis sesegera mungkin, sebab siapa tahu bahwa ajalnya akan datang pada malam hari sewaktu ia tertidur.

Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan:
"Bermalam tiga malam."
Ibnu Umar berkata: "Tidak pernah berlalu semalam pun atas diri saya sejak saya mendengar sabda Rasulullah s.a.w. sebagaimana di atas itu, melainkan wasiatku telah ada di sisiku."

. Dari Anas r.a., katanya: "Nabi s.a.w. menggariskan beberapa garis, lalu beliau bersabda:
"Ini adalah angan-angan manusia sedang ini adalah ajalnya. Kemudian di waktu orang itu sedang dalam keadaan sedemikian - yakni angan-angannya masih tetap panjang dan membubung tinggi, tiba-tiba datanglah garis yang terpendek - yakni garis yang memotongnya yaitu kematian." (Riwayat Bukhari)

 Dari Ibnu Mas'ud r.a. katanya: "Nabi s.a.w. menggariskan suatu garis berbentuk persegi empat dan menggariskan lagi suatu garis di tengah-tengahnya yang keluar dari kalangan persegi empat tadi, juga menggariskan lagi beberapa garis kecil-kecil yang menuju ke arah garis di tengah-tengah itu dan keluar dari arah tepinya yang tengah, lalu beliau s.a.w. bersabda:
"Ini adalah manusia dan ini adalah ajalnya meliputi diri manusia tadi,atau memang telah meliputinya. Garis yang keluar dari kalangan ini adalah angan-angannya, sedang garis-garis kecil-kecil ini adalah barang-barang baru yang mendatanginya - yakni apa-apa yang dapat ia ambil dari keduniaan, berupa kebaikan atau keburukan. Jikalau ia terluput dari yang ini - yakni bencana yang satu, tentu ia terkena oleh yang ini - bencana yang lainnya - dan jikalau ia terluput dari yang ini - bencana yang satunya lagi, maka ia tentu akan terkena oleh yang ini - bencana yang lainnya pula." (Riwayat Bukhari)....


Tuesday, 9 October 2012

"aNa TeRiMa DeNgAn hATi iKhLaS KeRaNa ALLAH" siri 1


besarnya nikmat Allah..!!

"Wahai pemuda-pemuda, sesiapa sahaja diantara kamu yang berkemampuan untuk berkahwin, maka berkahwinlah kerana dengan berkahwin dapat menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan diri"

(riwayat Bukhari dan Muslim)

indahnya berkahwih..=).


    .Alhamdullh..tanggal 6 syawal / 24 ogos 2012.satu anugerah yang disusun olah Allah kepadaku..menitis air mata bilamana selesainya akad..dengan 2kali lafaz.."aku terima nikahnya dengan ..tersebut..'"..terasa sayu hati.betapa besarnya nikmat yang Allah bagi..dengan mengangkat tangan dan solat sunat .tanda syukur pada mu ya Allah..

    perkenalan pertama di maahad tahfiz itu..rupa2nya menjadi titik tolak kepada pernikahan ini..bijaknya aturan Allah..ketika mana masing-masing sibuk mencapai matlamat ,menamatkan hafazan quran..Allah menemukan kami..tapi..terfikir pada mulanya..adakah dia yang akan menjadi makmumku..solat istikharoh..menjadi penguat keyakinan..dengan mengankat doa..

"Ya Allah, aku memohon petunjuk daripadaMu dengan ilmuMu dan aku memohon ketentuan daripadaMu dengan kekuasaanMu dan aku memohon daripadaMu akan limpah kurniaanMu yang besar. Sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa sedangkan aku tidak berkuasa dan Engkau Maha Mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui dan Engkaulah Yang Maha Mengetahu segala perkara yang ghaib. Ya Allah, seandainya Engkau mengetahui bahawasanya urusan ini (sebutkan..) adalah baik bagiku pada agamaku, kehidupanku dan kesudahan urusanku sama ada cepat atau lambat, takdirkanlah ia bagiku dan permudahkanlah serta berkatlah bagiku padanya da seandainya Engkau mengetahui bahawa urusan ini (sebutkan..) mendatangkan keburukan bagiku pada agamaku, kehidupanku dan kesudahan urusanku sama ada cepat atau lambat, maka jauhkanlah aku daripadanya dan takdirkanlah kebaikan untukku dalam sebarang keadaan sekalipun kemudian redhailah aku dengannya".

  percaya lah..hati lelaki mana tidak akan tertarik dengan seorang muslimah yang baik bicara dan akhlaknya..Allahuakbar..kadang-kala..bisikan syaitan selalu bermain di fikiran dengan bermatlamat usaha menjerumuskan hati ini ke dalam gerbang maksiat .

   dengan mukjizat Al-quran..Allah lindungi kami..Subhanallah...bahayanya hati jika melekat sesuatu yang disukai..demi tanggungjawab keatas diri..kali pertama berhubung ketika sibuk menyiapkan satu program untuk maahad..susunan Allah..kami sama2 memegang exco dalam perwakilan pelajar..satu "kod" hati diselitkan.."enti,ana selalu tulis or gunakan no ni 0506"(dalam keadaan hati berdebar)..dibals.."untuk apa nta gunakan tu,dan knp?"..terfikir dalam fikiran..adakah muslimah ini faham atau sengaja tidak melayan dengan satu mesej yang tidak berfaedah sebegitu.."sebab ana suka no tue(0506)".dibalas.""maksud anta?"..05 tu bln lahir enti..dan 06 tu bln lahir ana""..muslimah tersebut..terus terdiam..dan tiada apa-apa respon..


  keesokan harinya..satu mesej diterima.."apa maksud anta semalam?"betapa segannya diri ini..untuk menjelaskan kepada seorang yang tidak pernah kenal peribadi ,wajah sebenar,melainkan seorang perempuan yang dikenali kerana tahun yang sama dan terlintas pandang kadang kala..satu mesej dihantar..dengan lafaz BISMILLAHIRRAHMANI RAHIM di dalam hati.. "ana suka enti kerana  Allah.."..masih di dalam ingatan ..mesej itu dihantar sehari sebelum raya qurban..di dalam menyiapkan persediaan untuk membaca khutbah raya haji keeesokannya..muslimah itu membalas.."anta leh bagi ana waktu untuk berfikir?INSYAALLAH pagi esok ana bagi jawapan"...terus membalas"syukran enti"..

   didalam hati..runsing memikirkannya..hanya Allah menjadi pengubat..sempat membaca beberapa surah bagi diminta petunjuk oleh Allah..raya pertama raya ..selesai berkhutbah..satu mesej yang dinanti di terima..""ana mintak maf jika keputusan ana ini tak dapt diterima oleh anta..".ya Allah..betapa kecil hati ini membalas"insyallh APA YANG  DARI ALLAH itulah terbaik bagi ANA"...masj dibalas kembali,,"ANATERIMA ANTA IKHLAS KERANA ALLAH"...subhanallah..munkin ini satu nikmat daro Allah..dan bermula ujian dari Allah..

   pada hari raya aidilfitri.hari kedua kami sekeluarga pergi menziarahi rumahnya..dengan harapan untuk berkenalan dengan lebih dekat..Alhamdullah..pergi dengan status sahabat sepengajian..kami dapat mengiratkan hubungan antara famili..walaupun famili tidak mengetahui tentang tujuan sebenar kami..selepas beberapa \bulan..kami merangcang untuk memberitahu kepada famili masing-masing..saya memberanikan diri untuk meminta no telefon umi muslimah tersebut..dan cuba menelefon.."assalamualaikum makcik,safwan ni.kawan adawiyyah.".."waalaikummslam..oo..kenapa?"..betapa gementarnya hati..untuk berterusterang..tapi cuba meyakinkan diri.."makcik ad katmana?cihat?"dibalas ringkas"alhamdulillah..".."makcik.wan ni suka adawiyyah..."terkejut uminya.."la..makcik taktahu plak..makcik ingat kawan ada je..".".ye.makcik.kalau boleh kami nak ikat (bertunang).sebelum msuk universiti."".dibalas"makcik tak tahu mcammane..kena tanye adawiyyah la"..sjuk hati mendengar jawapan tersebut..Allhamdullh..Allah permudahkakan jalan..

"Perkahwinan itu Sunnahku, sesiapa yang tidak suka kepada Sunnahku, dia bukan daripada kalangan umatku"

(riwayat Al-Bukhari)

insyallah..akan bersambung perkongsian kisah ikatan kami..BIIZNILLAH..






 




InDaHnYa MUsLiMah soLeHaH...



ramai yang bertanya..bagaimanakah ciri-ciri wanita yang menjadi idaman atau teman hidup DUNIA dan AKHIRAT??
   bagi saya..ini adalah satu perkara yang rumit jika kita mahukan seorang wanita yang sempurna dari semua aspek..bahkan,bukan wanita sahaja..lelaki juga begitu..

  di sini adalah antara ciri-ciri wanita yang menjadi panduan seorang muslim memilih untuk dijadikan teman hidup bagi mencapai redho ALLAH..

MUSLIMAH sejati

Wanita yang hebat adalah wanita yang mempunyai semua ciri-ciri yang diidamkan oleh setiap lelaki untuk dijadikan isteri. Mereka bukan hanya diharapkan untuk menjadi seorang isteri tapi juga sebagai kawan dan kekasih serta ibu yang solehah untuk anak-anak.

   Sesungguhnya bagi kejayaan seorang lelaki, berdiri di belakangnya adalah seorang isteri yang hebat dan berjayanya seorang anak, berdiri di belakangnya adalah seorang ibu yang hebat. Semoga apa yang akan dikongsikan ini dapat memberi manfaat kepada diri anda dan menjadi kayu pengukur dalam keperibadian akhlak diri, insyaAllah.

Ciri-ciri muslimah tersebut..

1 berpegang Kepada Agama

Wanita yang berpegang kepada agama mempunyai keperibadian yang unggul. Batas-batas syariat yang dipegang dan terpelihara dalam hidupnya mengangkat martabat dirinya sebagai seorang yang layak dikagumi oleh lelaki. Dia tidak akan melakukan sesuatu yang bertentangan dengan syariah Islam. Memang beruntung mana-mana lelaki yang beristeri dengan wanita sebegini.

2. Kecantikan Dalaman
Wanita yang tulen adalah lemah lembut dalam perwatakannya tetapi mempunyai prinsip dalam hidup. Inilah kecantikan dalaman yang dicari oleh ramai lelaki. Kalau cantik, tu dikira sebagai BONUS.
Wanita yang mempunyai kecantikan dalaman tidak akan sesekali menjual maruah dirinya hanya untuk mencari nama dan wang. Mereka tidak akan sesekali tunduk pada nafsu atau berbuat sesuatu semata-mata kerana mahukan harta dan kekayaan.

3. Manja
Lelaki suka wanita yang keanak-anakan atau yang ada sifat manja, supaya lelaki boleh memainkan peranan sebagai pelindung. Namun begitu, sifat manja dan keanak-anakan yang melampau tidak sesuai kerana ia akan menampakkan wanita itu seperti kurang matang.

4. Pandai Menjaga Kecantikan
Lelaki menginginkan wanita yang pandai menjaga kecantikan dirinya. Wanita dan kecantikan memang susah nak dipisahkan. Mereka akan kelihatan bertambah cantik jika bijak menguruskan penampilan diri. Lelaki secara fitrahnya memang mahukan wanita yang pandai menjaga kecantikan, kerana ia akan membuat mereka bangga.

5. Berakhlak Mulia
Wanita yang berakhlak mulia dikenali juga sebagai wanita solehah. Wanita adalah hiasan dunia, tetapi seindah hiasan adalah wanita solehah. Merekalah ibu, isteri, kekasih dan merupakan tunjang kejayaan suami.

6. Tidak Mempamer Keseksian
Lelaki suka menjamu mata dengan melihat aurat wanita, namun tidak suka menjadikanya isteri kerana keindahan diri wanita tu seolah-olah menjadi barang pameran untuk mata semua lelaki.

7. Tidak Cerewet
Lelaki suka pada wanita yang tidak cerewet. Mengapa pula? Sebab wanita yang cerewet boleh merimaskan dan mudah menyebabkan lelaki merasa jemu dengannya. Biasanya, wanita yang cerewet suka mengkritik apa saja yang tidak disenanginya walaupun perkara itu hanyalah perkara kecil.

8. Memahami Lelaki
Wanita yang memahami hati lelaki biasanya mempunyai intuisi yang cukup kuat. Lelaki mengimpikan wanita yang mampu memahami situasinya dalam keadaan suka dan duka. Pendek kata, tanpa perlu bersuara, dia itu sudah dapat membaca riak wajah suaminya. Lantas, bertindak menghiburkan atau memberi kekuatan.

9. Sejuk Mata Memandang
Wanita yang manis wajahnya dan sejuk dipandang mata akan mendamaikan perasaan seorang lelaki. Ciri-ciri Wanita Sejuk Mata Memandang seperti di bawa ini:
• Bersopan satun
• Sentiasa memaniskan wajah
• Sentiasa memberikan senyuman ikhlas
• Menutup aurat
• Ramah dan mesra
• Tidak terlalu cemburu
• Menghormati orang lain

Inilah 9 ciri-ciri wanita yang menjadi idaman lelaki. Jadikan tips yang terakhir ini sebagai rutin harian dalam hidup. Sebelum tidur, cuba menilai atau memuhasabah diri kita kembali. Cuba lihat di mana kelebihan dan kekurangan diri kita serta apa yang telah kita capai pada hari ini. Andai kita mampu mengatasi kelemahan diri sendiri, teruskan memperbaikinya dengan secara beransuran dan fahami bahawa kelemahan itu wujud supaya kita tahu apa kekuatan diri kita.

    Lantas, gunakan kelebihan dan kekuatan yang ada untuk mencipta kecemerlangan dalam diri untuk kebaikan bersama. Ingatlah bahawa setiap keindahan dan kesempurnaan itu hanya milik sang penakluk jiwa para hamba-hamba-NYA, yakni sang KHALIQ yang Maha Pencipta. Manakala pada kecacatan, keburukan dan kelemahan adalah ciptaan manusia itu sendiri termasuk diri kita yang dhoif di hadapan ALLAH Az Wajalla jua.

Alhamdulillh..kini..Allah telah mengurniakan saya seorang muslimah yang bercirikan ciri-ciri tersebut..SYUKUR PADAMU YA ALLAH..

Sabda Rasulullah S.A.W yg bermaksud; “Sebaik-baik kalian adalah orang yg baik terhadap keluarganya, dan saya adalah orang yg paling baik pada keluargaku, tidaklah menghormati pada wanita kecuali org yang mulia dan tidaklah menghinakannya kecuali orang yang tercela.”

MERIALISASIKAN FIQH AULAWIYYAH..





FIQH AULAWIYAT ialah meletakkan sesuatu mengikut kedudukan secara adil. 



Maknanya segala jenis hukum, amal dan nilai dalam islam terikat dengan fiqh Aulawiyat, yang seharusnya didasarkan kepada prinsip mengutamakan suatu perkara keatas suatu perkara yang lain. 



Suatu yang kurang penting tidak wajib dipentingkan. Apa yang wajar didahulukan hendaklah diketengahkan,sementara sesuatu yang wajar dikemudiankan, hendaklah dikemudiankan. 



Begitu juga, perkara yang kecil tidak wajar diperbesarkan, sementara perkara yang penting tidak wajar dipermudahkan.Maknanya setiap suatu hendaklah diletakkan pada tempatnya. 



Firman Allah yang bermaksud: “Dan Allah meninggikan langit dan meletakkan neraca keadilan supaya kamu jangan melampaui batas terhadap neraca itu, dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan jangan lah kamu mengurangi neraca itu.”(surah ar-Rahman, ayat 7 hingga 9) 



Beberapa ilmuan islam seperti al-Ghazali, Yusuf al-Qardawi, Dr Taha Jabir al Auni, Dr Hasan al Turabi 

Dan Rashid al-Ghanusi menekankan mengenai keperluan masarakat Islam untuk memahami perspektif baru dalam memahami Fiqh Aulawiyat. 


Ia tidak seharusnya terikut dengan takrif tradisional semata-mata, tetapi melalui konsep fiqh. 



Fiqh Aulawiyat berkait rapat dengan Fiqh Muaznah, iaitu hak seseorang berkelayakan untuk membuat pertimbangan memilih antara masalih (kebaikan) dan manafi’ (manfaat). 



Fiqh muaznah turut bertujuan memilih apakah yang dimaksudkan mafasid (keburukan) dengan mudhar (mudarat) sekaligus memberi ruang membuat pertimbangan paling tepat dalam memilih diantara perkara masalih atau mafasid.




Antara bentuk krisis minda yang berlaku di kalangan umat Islam ialah mereka gagal memahami keutamaan antara hukum di dalam agama Islam. Umat Islam, lebih teruk lagi mereka yang berpendidikan agama, sering kali tidak dapat membezakan antara yang lebih penting dan yang kurang penting atau aspek mana perlu didahulukan dan aspek mana yang boleh ditangguhkan dahulu. Seperti yang kita semua tahu, di dalam Islam, setiap perkara sentiasa dikaitkan dengan hukum, manakala hukum yang wujud itu pula tidak semestinya berada pada tahap yang sama. Antara hukum itu ada yang wajib, ada yang sunat, harus, makruh dan ada yang haram. Setiap satu hukum yang disebutkan itu berada pada kedudukan tertentu yang mesti difahami baik-baik. Selain hukum asas yang disebutkan tadi, terdapat bentuk-bentuk hukum yang lebih spesifik seperti wajib ain, wajib kifayah, sunat muakkad, sunat ghairu muakkad, makruh tahrim, makruh tanzih dan lain-lain. Bahkan antara hukum tadi juga berbeza bergantung kepada sumber yang menjadi sandaran hukum. Ada hukum yang bersumberkan dalil yang putus (qat’i) dan ada yang tidak putus (zanni). Justeru, menurut Dr. Yusuf al-Qardhawi, setiap umat Islam perlu memahami aspek-aspek keutamaan antara hukum secara komprehensif. Memahami keutamaan ini diistilahkan oleh Dr Qardhawi sebagai Fiqh al-Awlawiyyat. 



Seharusnya kita akur, bahawa kita tidak dapat melakukan banyak perkara dalam satu masa. Sering terjadi, pada satu masa kita perlu melakukan dua perkara penting, tetapi masa yang ada hanya membenarkan kita melakukan satu perkara sahaja. Ketika inilah kita dapat rasakan bahawa betapa pentingnya menilai sesuatu mengikut kepentingannya. Sebagai contoh, ibadah haji adalah wajib, tetapi ia memerlukan belanja yang tidak sedikit. Pada masa yang sama, kita mempunyai anak yang perlu ditanggung makan dan minum, dan perlu dihantar untuk menuntut ilmu. Mana satu yang perlu didahulukan? Makan minum adalah keperluan asas untuk hidup, manakala ilmu adalah asas untuk beribadah dan berkhidmat. Kedua-duanya wajib dan haji juga adalah satu rukun Islam asas yang wajib. Logik akal kita dapat menilai, keperluan makan dan minum adalah keperluang mendesak, manakala ibadah haji ialah kewajipan juga tetapi tidak mendesak. Wang untuk haji boleh dikumpulkan sedikit demi sedikit, lebihan kegunaan kepada keperluan asas yang mendesak itu. Ini adalah contoh mudah, yang boleh difahami oleh semua orang. 



Namun sesetegah orang sanggup menunaikan haji kali kedua, pada masa yang sama adik beradiknya yang dah tua dan tak mampu pergi haji terabai! 



Bila konsep fiqh awlawiyyat tak difahami: 

- ada yang baca doa iftitah semasa imam baca ayat quran, semata2 nak dapat sunat. Doa iftitah itu sunat, mendengar bacaan imam itu wajib. 
- Basuh anggota wuduk dalam keadaan air bercucuran. yang wajib adalah meratakan air, bagi muka, tangan dan kaki pula meratakan air dengan kadar ada lagi air yang menitis (ghasl). 
- membaca surah2 yang panjang ketika bersembahyang dalam surau yang sempit seperti di stesen bas/pasaraya tanpa menghiraukan org lain yang nak solat wajib. 
- menunaikan solat sunat dalam surau yang sempit sehingga menghalang org yang nak tunaikan yang wajib. 
- mengutamakan isu-isu cabang sehingga mengabaikan isu-isu asas. Contohnya kasih sayang antara mukmin adalah asas dalam Iman, tapi ada yang mengabaikannya semata2 nak bersegera dalam pelaksanaan undang2 jenayah Islam. Ya, benar kedua2nya wajib. Tapi wajib mana yang lebih utama. yang lebih asas. 


banyak lagi yg perlu difahami.




sunat muakkad, sunat dituntut, contohnya ialah solat sunat dua rakaat semasa masuk ke masjid.... 

sunat ghayr muakkad ialah sunat biasa... contohnya menunaikan solat sunat biasa 
makruh tahrim ialah makruh yang lebih dekat kepada haram, ia bersumberkan larangan daripada hadith yang tidak mutawatir dan masyhur, menurut mazhab hanafi... 
makruh tanzih ialah makruh yg lebih dekat kepada harus. ia asalnya harus, tapi boleh menimbulkan sedikit ketidakselesaan.



Pemikiran Seimbang 

------------------------ 


Fiqh al-Muwazanah. Memahami agama secara seimbang, iaitu dalam konsep al-Tawazun wa al-Iktidal ialah mengetahui struktur agama secara menyeluruh, walau tidak terperinci, memahami Islam bermula daripada sturuktur sumber asasnya, sehinggalah mengapa wujudnya hukum-hukum di dalam Islam. 



Dalam memahami Islam secara seimbang, asas pertama yang perlu diketahui ialah 

- SUMBER-SUMBER HUKUM ISLAM. Sumber hukum Islam ialah SUMBER UTAMA iaitu al-Quran dan al-Hadith. Manakalah SUMBER SEKUNDER ialah pelbagai lagi seperti Ijmak Para Sahabat, kaedah Qiyas, dan Kepentingan Awam. So, sumber UTAMA hendaklah lebih diutamakan daripada yang SEKUNDER. Setiap hukum mestilah dilihat pada asas SUMBERNYA. 


- KAEDAH MEMAHAMI SUMBER. al-Quran, atau al-Hadith tidak boleh difahami secara begitu sahaja, tanpa kaedah-kaedah yang tepat. Oleh itu, sedikit sebanyak kita perlu tahu kaedah memahami dan mendapatkan hukum dalam al-Quran dan al-Hadith. Cara yang boleh digunakan oleh UMUM ialah mengkaji pentafsiran Quran oleh ulamak silam. Manakalah kaedah utk para ahli Syariah pula menggunakan kaedah interpretasi usul fiqh. 



- MEMAHAMI FUNDEMENTAL AGAMA. Bermaksud dapat membezakan antara yang mana ASAS dalam agama dan yang mana CABANG.Rukun IMAN, rukun ISLAM dan IHSAN adalah asas dalam aqama. IMAN adalah yang paling asas. Tanpa Iman, tiadalah Islam. Selepas itu rukun Islam. Pada masa yang sama adalah rukun IHSAN, iaitu akhlak dengan Allah dan dengan manusia. Ikhlas dengan Allah, dan berkasih sayang sesama Insan, adalah tuntutan wajib. Selepas itu barulah tuntutan agama yang lain. 



- MEMAHAMI HUKUM MENGIKUT KLASIFIKASI 

seperti yang telah dijelaskan, hukum ada banyak. Fardu (sembahyang lima waktu), wajib (puasa), wajib ain (tutup aurat), wajib kifa'i (doktor), wajib mudayyaq (puasa di siang hari), wajib muwassa' (solat isyak dalam tempohnya), wajib umum sunat syiar (contohnya perkara sunat, kalau semua bersepakat meninggalkannya, ia tetap menjadi haram, kerana hilangnya syiar agama, azan), selain itu banyak bentuk lagi, spt wajib mu'ayyan, wajib ghayru mu'ayyan, mutlaq dan muaqqat. Selepas itu HARAM. ada HARAM binafsihi dan ada haram lighairihi. Selepas itu sunat,dan begitulah seterusnya. 


- MEMAHAMI PRINSIP PELAKSANAAN ISLAM 

antara prinsip2 Islam ialah: Kalau tidak mampu buat semua jangan tinggalkan semua, kemudaratan tidak boleh dihapuskan dengan kemudaratan yang lain, matlamat yang baik tidak akan menghalalkan cara yang tidak baik, kemudaratan lebih kecil boleh diambil andainya ia satu2 jalan menghapuskan kemudaratan yang lebih besar, menghapuskan kemudaratan lebih diutamakan daripada mencipta kebaikan, kebaikan untuk jemaah lebih utama daripada kebajikan individu, kemudaratan yang kecil boleh diambil demi mendapatkan kebaikan yang sangat besar, dan lain-lain lagi.....



ASSLAMULAIKUM 

BERGITU JUGA DALAM SOAL MEMILIH PEMIMPIN KAN? 
KLU ADA 2 CALON YANG MANA SOANG TU SAHSIAH CANTIK TAPI TAK HEBAT DARI SEGI ILMU TAPI YANG SORANG LAGI TINGGI DARI SEGI ILMU TAPI KURANG DARI SEGI SAHSIAH KEPERIBADIIANNYA.... 
JADI BLH TLNG JELASKAN DENGAN TERPERINCI TAK?


pemimpin kadang kala susah untuk mencari yang cukup benar2 kemampuan. contohnya, kalau ada yang tinggi ilmu fikah, tapi kurang pula bab2 management... kurang kemahiran pengurusan menyebabkan organisasi lemah. lepas itu, perlu juga peribadi yang baik kepada seorang pemimpin. ada yang kurang sana ada yang lebih sini. 



yang terbaik ialah melihat kepada keutamaan. mana yang lebih utama. antara pengurusan yang cekap dengan kekuatan ilmu agama? antara kemuliaan peribadi dengan kecekapan politik. hal ini bergantung kepada situasi semasa. namun dalam apa jua keadaaan, kita tetap memilih pemimpin yang baik peribadi jika diberi pilihan. 



Namun dalam konteks islam, konteks syura, atau dalam istilah demoksrasi, pemimpin bukan berkuasa sepenuhnya. Perlu ada satu syura yang terdiri daripada gabungan kepakaran yang pelbagai. tetapi yang mengetuai syura ialah yang adil, yang mampu berfikir dan mengurus syura secara adil.




bagai mana pula dalam soal perkhahwinan dimana kita sedia maklum yang bersanding ni bukan lah diajar dalam islam tetapi merupakan adat keturunan orang melayu yang mana diambil dari agama hindu... 

dari segi hukum...seperti amalan membaca yasin pada malam jumaat..adalah bida'ah tetapi ia membawa kepada kebaikan..kita sedia maklum tentang ini..jadi bagi persandingan dalam perkhahwinan yang juga bida'ah pula... 
lebih terarah kepada pembaziran....dah juga riak...iri hati/dengki... 
emmm... 
jadi bagamana jika seseorang itu tidak ingin bersanding...tetapi keluarga pihak sebelah ingin melakukan perandingan... 
jika kita berkeras ini mungkin blh memberi kesan terhadap hubungan dengan bakal keluarga tebabit dan jika tidak dilakukan persandingan 
ia merukpaka kebaikan... blh jelaskan tak?



seperti yang dijelaskan dalam topik lain, perlu ada kesimbangan pemikiran. the right equilibrium, untuk memahami keutamaan dalam agama. 



Persoalan Bid'ah dalam agama adalah bukan persoalan yang kecil sebenarnya. Ia adalah berkait rapat dengan akidah seseorang, bid'ah walaupun membawa kepada kebaikan (pada pemikiran kita) tetapi pada hakikatnya kita tidak tahu adakah ia sebenarnya kebaikan atau keburukan. 



Bid'ah hanya berkait dalam soal2 ibadah, dan seperti yang kita semua maklum, dalam ibadah, akal tidak boleh digunakan untuk menilai adakah sesuatu itu baik atau buruk. Contohnya mengapa dibasuk najis mughallazah sebanyak tujuh kali, kalau dikira, sepuluh kali pun mungkin lebih bersih. Mengapa subuh hanya dua, kan baik kalau empat atau lima. 

Di sini, dalam ibadah, tak boleh dipertikai, tak boleh ditambah, tak boleh direka-reka. Seperti membaca yasin pada malam jumaat, hal ini tidak pernah diwujudkan oleh nas yang mengkhususkan malam jumaat dengan surah yasin. Membaca yasin memang elok, tapi mengkhususkan yasin dengan kelebihan tertentu pada malam jumaat adalah bukan tugas manusia, ia adalah peranan penentu syariat iaitu Allah s.w.t. sahaja. Malam jumaat, bacalah quran, atau apa saja, atau terdapat hadith yang menyatakan kelebihan membaca surah al-kahfi pada malam jumaat, bukan yasin. 


Inilah perlunya keimbangan pemikiran, ada perkara yang akal perlu digunakan, terutama dalam konteks muamalah. tapi dalam ibadah, perlu tunduk menyerah pada Allah, nas daripadaNya. 



Persandingan. 



Persandingan pada asalnya adalah budaya masyarakat melayu. Namun seperti yang kita tahu, asal agama orang Melayu sebelum Islam adalah hindu, lantas menerima Islam sedikit demi sedikit. Pada masa yang sama menolak sedikit demi sedikit budaya Melayu lama yang bercanggah dengan Islam, dan mengekalkan mana2 budaya yang selari dengan Islam. 



Persandingan pada umumnya bersalahan dengan Islam, kerana ia mempamerkan wajah2 wanita terutama membuka aurat. Namun kadang kala orang tua tak faham benda2 begini, mereka nak kekalkan adat. Biar mati anak, jangan mati adat. (bila anak dah mati, sapa nak jaga adat?) 

Allah dah pesan, tiada ketaatan pada maksiat. Tak kiralah ia membawa kepada mudarat andainya ia jelas melanggar NAS. 


Mungkin pada pemikiran kita, kalau tak buat persandingan, berkeras, orang tua akan tak redha anak dia. Tapi redha orang tua, kalau bercanggah dengan nas syariat, memang tidak ada gunanya dan tidak perlu dijaga. Apa yang dimaksudkan di sini ialah bercanggah dengan nas yang jelas dan putus. 



Namun, kalau persandingan tetap nak dilakukan juga, kita boleh buat dengan mengubah biar kena dengan syariat Islam sikit. Yakni buatlah persandingan di tempat yang agak terlindung seperti di bilik pengantin atau dalam rumah. Pastikan aurat dijaga, terutama pengantin wanita. 



Namun andainya seseorang itu terpaksa membuka aurat semata2 kerana nak jaga hubungan dengan ibu bapa, itu sudah bercanggah antara nas putus dan jelas. Di sini Allah mesti diutamakan oleh manusia. 



Semoga Allah memberi petunjuk kepada kita semua.


Monday, 8 October 2012

beSarNya NiKmaT Allah...=)

     bilamana setiap kali kita mendengar ucapan atau syarahan di dalam sesebuah majlis,seringkali kita mendengar "marilah kita sama-sama memanjatkan rasa syukur ke hadrat Ilahi"..tapi..sejauh manakah erti syukur tersebut di rialisasikan ke dalam kehidupan kita...
   
     jika kita merenung sekejap,,setiap tingkah laku kita samaada bercakap,berjalan,mengankat tangan dan smuanya itu adalah dinamakan nikmat Allah..tapi kadangkala,,kita alpa dan lupa akan nikmat Allah..buktinya..kita tidak mensyukurinya dangan melakukan apa yang dilarang oleh Allah..betapa kejamnya kita..cuba kita fikir..seseorang datang kepada kita ,dengan bermurah hati ,orang tersebut memberikan kepada kita makanan yang cukup lazat..tetapi malangnya kita membuangnya makanan tersebut tanpa memakannya dan berterima kasih atas pemberian tersebut..

  YaAllah..masukkanlah kami di kalangan orang-oarang yang bersyukur..Alhamdulillah..bilamana malam tiba..mata ditutup untuk beristirehat ..dan keesokan paginya.mata dibuka untuk meneruskan kehidupan..tapi malangnya..berapa ramai dikalangan kita mengangap semua itu datang dari Allah..Astarfirullah..


  manisnya bila semua kehidupan disertai rasa syukur pada Allah..walau sesuap nasi sekali pun.."lihat lah pada apa yang ada dan bersyukur lah"..ALLAH berfirman yang bermaksud: “Sekiranya kamu mensyukuri nikmat yang ada, nescaya Aku (Allah) menambah nikmat bagimu.” Ini kerana Allah menciptakan nikmat dan memberikannya kepada sesiapa saja yang dikehendaki-Nya. Walaupun seluruh kata pujian dan kesyukuran kita lafazkan untuk memuji-Nya, pasti tidak setanding apa yang Allah kurniakan kepada kita..

    “Kalau Aku uji kamu dengan kesusahan, kamu tidak mahu bersabar, dan kalau Aku uji kamu dengan nikmat, kamu tidak mahu bersyukur, maka nyahlah kamu dari bumi dan langit Allah ini dan pergilah cari Tuhan yang lain.”benar lah kata-kata Allah..jika kita berfikir sejenak..kadangkala..ketika Allah menguji kita dengan kehilangan harta, kelaparan, emosi..tapi..adakah kita bersabar mengankat tangan berdoa kepada Allah..jarang..melainkankan kita menyalahkan diri kita dan orang lain..kita sering berkata.."kalau aku tak buat macam tu mcam ni ..mesti tak terjadi"adakah ini yang dimaksudkan dengan sabar..dalam masa yang sama pula..kita tidak terfikir dan bersyukur dengan nikmat yang masih kita ada..Astarfirullh..

YA ALLAH..LINDUNGILAH KAMI DARI TERMASUK DIDALAM KALANGAN YANG TIDAK BERSYUKUR AKAN NIKMAT MU..AMIN..

Pages

Blogger news

Powered by Calendar Labs

Blogger templates

Pages - Menu

Tinggalkan pesanan anda =)